Hadapi Ancaman El Nino, KWT Lemah Teles Perkuat Ketahanan Pangan dan Kesiapsiagaan Petani

  • Sih Budi Daryanto
  • Jun 09, 2026
Sosial Masyarakat

Ibu-ibu petani Padukuhan Krasakan Kalurahan Lumbungrejo Kapanewon Tempel Sleman yang tergabung pada Kelompok Wanita Tani (KWT) “Lemah Teles”, diingatkan akan datangnya musim kemarau kering yang akan melanda wilayah Yogyakarta.

Peringatan itu disampaikan oleh Purwanto, Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kalurahan Lumbungrejo dalam pertemuan bulanan rutin yang diselenggarakan Senin, tanggal 8 Juni 2026, di rumah Dukuh Krasakan. Purwanto mengingatkan akibat El-Nino, diduga musim kemarau kali ini akan cukup kering. Warga diharapkan melakukan langkah-langkah penampungan dan penghematan penggunaan air, serta pemilihan tanaman yang lebih tahan kering.

Purwanto juga mengajak ibu-ibu wanita tani waspada akan munculnya hama wereng dan hama tikus. Pencegahan organisme pengganggu tanaman itu harus dilakukan serentak bersama dengan padukuhan lain. Untuk itu sangat diperlukan koordinasi di lapangan.

Sementara itu Nurhayati, Ketua Kelompok Wanita Tani “Lemah Teles” mengajak anggotanya agar terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota.

Dalam penjelasannya Nurhayati menyampaikan bahwa KWT “Lemah Teles” banyak mendapatkan pengetahuan praktis pertanian dari nara sumber antara lain mahasiswa KKN, Akademisi dan Penyuluh Pertanian Lapangan. Dua puluh lima ibu-ibu petani yang tergabung pada organisasinya disamping menanam tanaman organik di halaman rumah masing-masing juga mengelola sebuah kebun komunal di tanah milik Kas Desa. Bantuan pupuk, obat-obatan, benih tanaman juga disalurkan lewat kelompok ini.

Keberadaan KWT “Lemah Teles” yang menyelenggarakan pertemuan setiap tanggal delapan, secara nyata sebagai wadah pemberdayaan kaum perempuan pelaku usaha tani, guna meningkatkan ketrampilan, membuka peluang tambahan penghasilan disamping sebagai sarana silaturahim diantara anggautanya. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)