Kelas Lansia PKK Dorong Kebahagiaan dan Kemandirian Usia Lanjut
SLEMAN — Upaya meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia terus digencarkan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Salah satunya tampak dalam kegiatan kelas lansia yang diselenggarakan Pokja 1 PKK Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (18/4/2026) di ruang pertemuan kalurahan setempat.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dwi Martini Budi Utami, SE, yang menyampaikan materi bertajuk “Menciptakan Lansia yang Bahagia”. Program tersebut diikuti oleh segenap pengurus dan anggota Pokja 1 PKK, sebagai bagian dari penguatan peran keluarga dan komunitas dalam mendampingi kelompok usia lanjut.
Dalam paparannya, Dwi Martini menekankan bahwa kebahagiaan lansia tidak semata ditentukan oleh kondisi fisik, tetapi juga oleh kesehatan mental, relasi sosial, serta rasa dihargai dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Ia mengajak peserta untuk lebih peka terhadap kebutuhan emosional lansia, termasuk memberikan ruang beraktivitas dan berkontribusi.
“Lansia yang bahagia adalah mereka yang merasa tetap memiliki peran, dihargai, dan tidak terisolasi. Dukungan keluarga dan lingkungan menjadi faktor utama dalam mewujudkan hal tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan pola pikir terhadap lansia perlu terus didorong, dari yang semula dianggap sebagai kelompok rentan menjadi individu yang tetap produktif sesuai kapasitasnya. Kegiatan seperti kelas lansia dinilai mampu menjadi sarana edukasi sekaligus ruang interaksi sosial yang penting.
Ketua Pokja 1 PKK Margorejo, Haniroh Astuti, dalam sambutannya menegaskan komitmen pihaknya untuk terus menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat, khususnya kelompok lansia.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi forum belajar, tetapi juga menjadi ruang berbagi dan saling menguatkan. Lansia adalah bagian penting dari keluarga dan masyarakat, sehingga perlu mendapatkan perhatian dan pendampingan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa peran PKK melalui Pokja 1 tidak hanya berfokus pada pembinaan keluarga muda, tetapi juga mencakup upaya menjaga kesejahteraan lansia sebagai bagian dari siklus kehidupan keluarga.
Kegiatan ini mencerminkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesejahteraan lansia di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Secara nasional, isu penuaan penduduk menjadi tantangan sekaligus peluang, sehingga diperlukan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan keluarga dalam menciptakan lingkungan yang ramah lansia.
Melalui kelas lansia seperti ini, diharapkan terbentuk pemahaman yang lebih luas bahwa masa tua bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan fase kehidupan yang tetap dapat dijalani dengan sehat, bermakna, dan bahagia. (SBD KIM SENYUM TEMPEL)