Panewu Baru Tempel Perkuat Silaturahmi dan Sinkronisasi Program Lewat Sambang 8 Kalurahan

  • Sih Budi Daryanto
  • Apr 22, 2026
Pemerintahan

Panewu Baru Tempel Perkuat Silaturahmi dan Sinkronisasi Program Lewat Sambang 8 Kalurahan

Sleman — Upaya memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis kedekatan dengan masyarakat terus dilakukan di tingkat kewilayahan. Hal ini tercermin dari langkah Panewu Tempel yang baru dengan melakukan kegiatan sambang ke delapan kalurahan di wilayah Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman pada Rabu (22/4/2026)

Kegiatan tersebut tidak sekadar kunjungan seremonial, melainkan menjadi ruang dialog terbuka antara pimpinan wilayah dengan pemerintah kalurahan serta masyarakat. Dalam setiap titik kunjungan, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan ketahanan sosial.

Panewu Tempel, Drs. Rasyid Ratnadi Sosiawan, M.Si., yang didampingi oleh Kepala Jawatan Keamanan Heni Ristiawan dan Sri Lestari Kepala Jawatan Praja Kapanewon Tempel, menegaskan bahwa sambang wilayah menjadi langkah awal untuk memahami kondisi riil di lapangan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. “Sebagai bagian dari amanah baru, saya ingin memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar berpijak pada kebutuhan masyarakat. Sambang ini bukan hanya silaturahmi, tetapi juga upaya menyatukan langkah antara kapanewon dan kalurahan,” ujarnya dalam salah satu kunjungan.

Ia menambahkan, setiap kalurahan memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda, sehingga diperlukan pendekatan yang adaptif dan kolaboratif dalam merumuskan program pembangunan. “Kita tidak bisa menggunakan satu pendekatan untuk semua wilayah. Karena itu, komunikasi yang intensif menjadi kunci agar program yang dijalankan tepat sasaran,” lanjutnya.

Para lurah dan perangkat kalurahan menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai kehadiran langsung panewu menjadi bentuk perhatian sekaligus motivasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Lurah Merdikorejo Agus Prasetyo,Amd menyampaikan bahwa kegiatan sambang membuka ruang komunikasi yang lebih cair dan konstruktif. “Kami merasa lebih didengar. Banyak hal yang bisa langsung kami sampaikan, termasuk tantangan di lapangan yang selama ini mungkin belum tersampaikan secara optimal,” ungkapnya.

Selain berdialog dengan pemerintah kalurahan, Panewu juga berinteraksi dengan tokoh masyarakat, kader, serta elemen warga lainnya. Hal ini dinilai penting untuk membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor.

Sementara itu Lurah Mororejo H. Jaka Ristanta dalam kesempatan menerima kunjungan menilai, pendekatan seperti ini relevan dengan kebutuhan saat ini, di mana pemimpin dituntut lebih responsif dan hadir di tengah masyarakat. Kunjungan langsung dinilai mampu mempercepat penyelesaian persoalan sekaligus meningkatkan efektivitas kebijakan.

Dengan rangkaian sambang ke delapan kalurahan tersebut, Pemerintah Kapanewon Tempel berharap tercipta keselarasan visi pembangunan dari tingkat lokal hingga kabupaten. Lebih jauh, langkah ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pelayanan publik yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat luas.(SBD KIM SENYUM TEMPEL)