Operasi Penertiban Pelajar Jadi Momentum Penguatan Disiplin dan Sinergi Lingkungan

  • Sih Budi Daryanto
  • Apr 21, 2026
Keamanan

Operasi Penertiban Pelajar Jadi Momentum Penguatan Disiplin dan Sinergi Lingkungan

Sleman — Upaya menegakkan kedisiplinan pelajar sekaligus memperkuat peran lingkungan dalam dunia pendidikan kembali ditegaskan melalui operasi penertiban yang melibatkan aparat keamanan dan masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (20/4) di sebuah warung kopi di Dusun Soka Tegal, Merdikorejo, Tempel Sleman dan menyasar pelajar yang berada di luar sekolah saat jam belajar.

Dalam operasi tersebut, petugas yang dipimpin oleh Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Tempel Heni Ristiawan SH MIP didampingi oleh Bhabinkamtibmas Merdikorejo, Aiptu Yunus menemukan lima pelajar tingkat SMK yang kedapatan berada di lokasi saat jam sekolah berlangsung. Mereka kemudian didata dan diberikan pembinaan di tempat, sebagai langkah edukatif yang mengedepankan pendekatan persuasif.

Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Tempel menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata penindakan, melainkan bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda. “Kami tidak ingin langsung menghukum, tetapi membina. Anak-anak ini perlu diingatkan bahwa waktu belajar adalah investasi penting bagi masa depan mereka,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Bhabinkamtibmas Merdikorejo Aiptu Yunus bahwa selain para pelajar, pemilik warung juga turut diberikan pembinaan agar lebih selektif dalam menerima pengunjung, khususnya pada jam sekolah. Hal ini dinilai penting sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pendidikan.

“Lingkungan sekitar, termasuk pelaku usaha, memiliki peran strategis dalam menjaga ekosistem pendidikan. Kami berharap ada kesadaran kolektif untuk tidak memfasilitasi aktivitas pelajar di luar sekolah tanpa alasan yang jelas,” tambahnya.

Setelah dilakukan pendataan dan pembinaan, para pelajar diminta segera kembali ke sekolah untuk melanjutkan kegiatan belajar. Langkah ini diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus kesadaran akan pentingnya disiplin waktu.

Kegiatan semacam ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menekan angka pelanggaran disiplin pelajar di berbagai daerah. Lebih dari sekadar penertiban, operasi ini mencerminkan pentingnya sinergi antara aparat, sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membentuk karakter generasi muda yang bertanggung jawab.

Dengan pendekatan humanis dan kolaboratif, diharapkan penanganan kasus serupa tidak hanya berhenti pada penindakan, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran yang lebih luas tentang pentingnya pendidikan sebagai fondasi masa depan bangsa. (SBD KIM SENYUM TEMPEL)