Paguyuban Panewu Sleman Gelar Pertemuan Rutin, Bahas Persiapan Nataru dan Pengawasan Keuangan Desa/Kalurahan
SLEMAN — Paguyuban Panewu se-Kabupaten Sleman mengadakan pertemuan rutin di Pendopo Kapanewon Tempel, Kamis (18/12/2025), yang dihadiri seluruh panewu se-Sleman serta sejumlah pejabat penting. Hadir antara lain Asisten 1 Pemerintahan dan Kesejahteraan Drs. Agung Armawanto, Sekretaris Daerah Sleman Drs. Susmiarto, MM, Kepala Dinas PMK Sleman Budi Pramono, Kepala Dinas Dukcapil Sleman Arifin M. Laws, dan perwakilan Bank Sleman.
Panewu Tempel, Dakiri SSos, M.Si., membuka pertemuan dengan laporan sejumlah isu strategis. Ia menyoroti persiapan Natal dan Tahun Baru sesuai instruksi Bupati, termasuk upaya menjaga kesehatan masyarakat. “Data terakhir menunjukkan kasus stunting naik, dari peringkat 3 tahun lalu menjadi peringkat 8. Meski demikian, kami berupaya maksimal melalui koordinasi lintas sektor untuk menurunkan angka ini di tahun depan,” ujarnya. Dakiri menambahkan, keberhasilan Kapanewon Tempel dapat menjadi motivasi bagi Kapanewon lain. “Keberhasilan ini bukan hanya untuk Tempel, tetapi sebagai semangat bagi seluruh panewu untuk meningkatkan pelayanan di wilayah masing-masing,” kata dia.
Asisten 1 Pemerintahan dan Kesejahteraan Sleman, Drs. Agung Armawanto, menekankan pentingnya pencermatan laporan akhir tahun, sekaligus penetapan usulan Upah Minimum Kabupaten (UMKAB) dan Upah Minimum Provinsi (UMP). “Pertemuan ini juga menjadi momen evaluasi, namun penting untuk tetap memberi ruang bagi refreshing agar semangat kerja terjaga,” ujarnya.
Pertemuan ini juga menandai pergantian kepemimpinan paguyuban. Ketua sebelumnya, Arifin M. Laws, kini menjabat di Dinas Dukcapil Sleman, berpamitan dan menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Jaka Sumarsana, AP, Panewu Berbah. “Saya berharap silaturahmi dan eksistensi paguyuban tetap berjalan, sehingga forum ini tetap menjadi wadah koordinasi yang solid dan bermanfaat bagi seluruh panewu,” ujar Arifin.
Kepala Dinas PMK Sleman Budi Pramono menekankan pentingnya pengawasan pengelolaan keuangan desa atau Kalurahan. Ia mengingatkan agar pengadaan barang dan jasa dilakukan dengan cermat dan akuntabel. “Pencermatan dan pengawasan adalah kunci agar dana desa digunakan tepat, transparan, dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” katanya.
Pertemuan rutin ini menjadi forum strategis bagi panewu se-Sleman untuk bertukar informasi, memperkuat koordinasi antar-Kapanewon, dan mempersiapkan strategi pelayanan publik menjelang akhir tahun. Diharapkan, forum paguyuban juga mempererat hubungan sosial antar-panewu dan pejabat terkait, sehingga pembangunan di Sleman berjalan lebih terarah dan berkesinambungan.
(SBD KIM SENYUM TEMPEL)