Puskesmas Tempel 1 Gelar Penyuluhan dan Validasi Data HIV untuk Kader Kesehatan

  • Sih Budi Daryanto
  • Nov 30, 2025
Kesehatan

Puskesmas Tempel 1 Gelar Penyuluhan dan Validasi Data HIV untuk Kader Kesehatan

SLEMAN — Puskesmas Tempel 1 menggelar sosialisasi HIV/AIDS pada Sabtu (29/11/2025) di ruang pertemuan Puskesmas Tempel 1, diikuti oleh kader kesehatan dari empat kalurahan—Lumbungrejo, Margorejo, Mororejo, dan Merdikorejo—serta tenaga kesehatan dari berbagai unit layanan. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam edukasi pencegahan, deteksi dini, dan pendampingan bagi masyarakat terdampak HIV.

Materi utama disampaikan oleh Ragil, Humas Yayasan Victory Plus Yogyakarta, lembaga yang sejak 2004 aktif mendampingi ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) serta mengelola Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) di wilayah DIY. Dalam paparannya, Ragil menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam penanganan HIV masih terletak pada stigma dan diskriminasi. “Pendampingan HIV bukan hanya soal obat, tetapi bagaimana ODHA diterima tanpa dikucilkan,” ujarnya.

Ia memaparkan visi yayasan untuk meningkatkan kualitas hidup ODHA dan OHIDHA (Orang Hidup Dengan HIV/AIDS) melalui pemberdayaan yang manusiawi dan bebas stigma. Ragil menekankan peran kader sebagai ujung tombak edukasi, terutama dalam mendorong kelompok berisiko untuk melakukan tes HIV secara sukarela. “Ketika stigma menurun, orang semakin berani memeriksakan diri. Itulah langkah awal pencegahan. Dan ditegaskan sekali lagi bahwa penderita HIV jangan di jauhi, jangan dikucilkan, dan tetap bersama dengan masyarakat,"tambahnya.

Sesi berikutnya disampaikan oleh dr. Dinka Anindya Putri, yang mengulas analisis situasi dan validasi data HIV berdasarkan capaian hingga 31 Oktober 2025. "Data pemeriksaan menunjukkan: Mororejo 40 dari target 102, Margorejo 94 dari 160, Lumbungrejo 63 dari 144, Merdikorejo 50 dari 118, serta luar wilayah 191 pemeriksaan. Secara keseluruhan, dari target 524 pemeriksaan, Puskesmas Tempel 1 telah mencapai 438, sehingga masih terdapat kekurangan –86 pemeriksaan yang harus dikejar hingga akhir tahun," demikian ungkap nya.

dr. Dinka menekankan bahwa validasi data penting untuk memastikan tidak ada kelompok berisiko yang terlewat, termasuk ibu hamil, pasien TB, IMS, pengguna Napza, waria/transgender, dan populasi kunci lainnya. Ia meminta kader memperkuat pendataan berbasis wilayah serta melakukan pelacakan sasaran secara aktif.

Acara turut dihadiri oleh dr. Putrinda Ellanika Kuswanda, mewakili Kepala Puskesmas Tempel 1, yang memberikan dukungan atas kolaborasi antara puskesmas, kader, dan lembaga pendamping seperti Victory Plus.

Diskusi berlangsung dinamis, membahas strategi menekan stigma, meningkatkan rujukan tes HIV, dan memperkuat pendampingan ODHA di tingkat desa. Melalui kegiatan ini, Puskesmas Tempel 1 berharap capaian pemeriksaan HIV dapat dituntaskan dan program penanggulangan HIV di wilayah Tempel semakin optimal.

(SBD KIM SENYUM TEMPEL)