Semarak Olahraga Rakyat, Turnamen Bulu Tangkis dan Senam Massal Hidupkan Ruang Komunitas di Sleman

  • Sih Budi Daryanto
  • Apr 17, 2026
Pemuda dan Olahraga

Semarak Olahraga Rakyat, Turnamen Bulu Tangkis dan Senam Massal Hidupkan Ruang Komunitas di Sleman

SLEMAN – Semangat olahraga dan kebersamaan masyarakat kembali mengemuka melalui gelaran Satyaraga Jasindo Badminton Tournament yang dirangkaikan dengan launching Satyaraga Lodoyong Sport Center di Kapanewon Tempel, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (17/4/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan turnamen bulu tangkis dengan total hadiah jutaan rupiah, tetapi juga berbagai aktivitas partisipatif seperti senam massal, fun games anak, hingga seremoni pembukaan fasilitas olahraga yang diharapkan menjadi pusat aktivitas warga.

Turnamen yang digelar di Lapangan Bulu Tangkis Padukuhan Lodoyong, Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel Sleman tersebut terbuka bagi masyarakat luas dan menjadi bagian dari upaya mendorong gaya hidup sehat sekaligus memperkuat interaksi sosial di tingkat komunitas.

Ketua panitia penyelenggara, Rahmat Sujoko, menegaskan tingginya antusiasme warga dalam mengikuti kompetisi ini.

“Turnamen bulu tangkis ini diikuti oleh 12 peserta antar padukuhan se-Kalurahan Lumbungrejo, dan dijadwalkan selesai pada hari ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang bertemunya warga lintas usia.

“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang bisa dinikmati semua kalangan, dari anak-anak hingga orang tua. Olahraga menjadi pintu masuk untuk mempererat kebersamaan,” imbuhnya.

Dukuh Lodoyong Taufik Nur Afifuddin selaku tuan rumah turut menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut di wilayahnya. “Kami merasa bangga karena Padukuhan Lodoyong dipercaya menjadi tuan rumah. Kegiatan ini tidak hanya menghidupkan semangat olahraga, tetapi juga mempererat guyub rukun antarwarga,” ungkapnya.

Ia juga berharap fasilitas yang baru diluncurkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. “Semoga Sport Center ini bisa menjadi pusat kegiatan positif warga, baik untuk olahraga maupun kegiatan sosial lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Lumbungrejo, M. Misbah Al Hakim, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan berbagai pihak dalam mengembangkan potensi desa melalui olahraga. “Kegiatan ini menjadi bukti bahwa dengan kebersamaan, kita mampu menghadirkan ruang-ruang produktif bagi masyarakat. Sport center ini bukan hanya fasilitas fisik, tetapi juga wadah untuk membangun kesehatan, kebersamaan, dan prestasi warga,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut secara berkelanjutan. “Kami berharap seluruh warga dapat ikut memiliki dan merawat fasilitas ini, sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” lanjutnya.

Lurah Lumbungrejo juga menambahkan bahwa tren pembangunan sport center di wilayah pedesaan merupakan langkah strategis. “Ketika fasilitas tersedia dan kegiatan rutin digelar, potensi atlet daerah bisa muncul. Lebih dari itu, masyarakat menjadi lebih sehat dan terhubung satu sama lain,” katanya.

Selain pertandingan, suasana semakin semarak dengan kehadiran instruktur senam Ayu Safira yang memandu senam massal bertajuk Senam Massal & Fun Games memantulkan shuttlecock. Kegiatan ini secara khusus menyasar partisipasi warga, terutama kaum ibu dan anak-anak, agar turut merasakan manfaat olahraga secara menyenangkan.

Dalam sambutannya, Head of Protokol dan Hubungan Lembaga Asuransi Jasindo, Rahean Pridharma Wahyu, menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan nilai lebih dari sekadar olahraga. “Kami melihat Satyaraga bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah membangun karakter dan kolaborasi. Semangat compete, contribute, dan collaborate harus terus hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan terhadap kegiatan berbasis komunitas merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan dampak sosial yang nyata. “Ketika masyarakat memiliki ruang untuk berkegiatan positif seperti ini, maka akan tumbuh energi kebersamaan yang kuat. Ini adalah fondasi penting bagi pembangunan sosial yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Dengan total hadiah turnamen mencapai Rp5 juta serta berbagai doorprize, antusiasme peserta terlihat tinggi. Tak hanya itu, panitia juga menyediakan pendaftaran gratis dan jersey bagi peserta sebagai bentuk dukungan terhadap inklusivitas olahraga.

Launching Satyaraga Lodoyong Sport Center menjadi penanda penting hadirnya ruang publik berbasis olahraga di tingkat desa. Ke depan, fasilitas ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, baik untuk pembinaan atlet lokal maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.

Melalui kegiatan ini, Lodoyong menunjukkan bahwa geliat olahraga tidak hanya milik kota besar. Dari ruang-ruang komunitas, semangat kompetisi sehat dan kebersamaan justru tumbuh lebih kuat—menjadi fondasi penting bagi pembangunan sosial yang berkelanjutan. (SBD KIM SENYUM TEMPEL)