SPPG Tridadi Serap Buah Klengkeng Lokal untuk MBG, Petani: “Masih Sedikit SPPG yang Memanfaatkan Buah Lokal"

  • Sih Budi Daryanto
  • Dec 05, 2025
Sosial Masyarakat

SPPG Tridadi Serap Buah Klengkeng Lokal untuk MBG, Petani: “Masih Sedikit SPPG yang Memanfaatkan Buah Lokal”

SLEMAN — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menunjukkan dampak positif bagi sektor pertanian lokal. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bumdes Tridadi, Kapanewon Sleman, kini rutin menyerap pasokan buah klengkeng dari Kelompok Tani Klengkeng Gumregah Margorejo, Tempel, Sleman. Langkah ini dinilai mampu membuka peluang baru bagi petani untuk naik kelas dan memperluas pasar hasil panen.

Ketua Kelompok Tani Klengkeng Gumregah, Supriyo Widodo, mengungkapkan apresiasinya lantaran hasil budidaya klengkeng lokal kini bisa terserap secara rutin untuk kebutuhan gizi di SPPG Tridadi. Ia menyebutkan, pihaknya mampu memasok 150 kilogram klengkeng per minggu. “Kami sangat mengapresiasi. Hasil budidaya petani klengkeng di daerah bisa terserap untuk memenuhi pemenuhan gizi MBG. Di SPPG Tridadi, kami mengirimkan 150 kilogram setiap minggu,” ujar Supriyo Widodo atau Kang Priyowi saat ditemui di SPPG Tridadi, Jumat pagi (5/12/2025).

Supriyo menjelaskan, budidaya klengkeng jenis New Kristal yang dikelolanya terus berkembang. Saat ini, kelompok tani yang ia pimpin menghimpun sekitar 50 petani aktif. Meski demikian, ia menyayangkan masih minimnya SPPG yang memilih buah hasil petani lokal dibandingkan buah impor. “Tentu saja dengan pengadaan langsung dari SPPG dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Namun sayangnya masih sangat sedikit SPPG yang memanfaatkan klengkeng lokal. Banyak yang justru memakai buah impor,” tegasnya.

Selain SPPG Tridadi, kelompok tani ini juga telah bermitra dengan SPPG Sidoagung, Kapanewon Godean dengan kebutuhan 100 kilogram per minggu, serta dalam waktu dekat akan memasok SPPG Margorejo 1, Kapanewon Tempel sebanyak 150 kilogram per minggu mulai 7 Desember 2025.

Di sisi lain, kelompok tani Gumregah terus menjaga kualitas klengkeng agar dapat bersaing dengan produk luar. Mulai dari warna kulit, tekstur, aroma, tangkai, hingga ukuran buah, seluruh proses budidaya dilakukan dengan standar ketat.

Kepala SPPG Tridadi, Anatansyah Ayomi Anandari, S.M.A., M.Han., mengapresiasi kerja sama ini serta menilai kualitas klengkeng lokal tak kalah dengan buah impor yang sering beredar di pasaran. “Kalau dibandingkan dengan klengkeng impor, klengkeng lokal ini justru sangat baik. Rasanya sangat manis, dagingnya lebih tebal, dan lebih segar. Kekurangannya hanya tidak tahan lama, sehingga setelah masuk dapur harus segera didistribusikan kepada penerima manfaat,” tutur Ayomi didampingi Ahli Gizi SPPG, Zalfa Mahdiyah, S.Gz.

Kerja sama antara SPPG Tridadi dan petani lokal ini diharapkan menjadi contoh bagi SPPG lain untuk lebih memprioritaskan produk dalam negeri, sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan petani di tingkat lokal.

(SBD KIM TEMPEL)