Tingkatkan Kualitas Gizi Siswa, Sosialisasi SPPG Digelar di Banyurejo
Sleman – Upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan gizi peserta didik terus digencarkan. Di Aula Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sleman, Kamis (15/1/2026), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggelar sosialisasi sebagai langkah awal implementasi layanan pemenuhan gizi bagi siswa lintas jenjang pendidikan.
Hadir antara lain Ketua SPPG Banyurejo Aryo Bagus Ikhsan Asdana,S.Psi, Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Tempel, Aris Wibawa,S.Ant, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Tempel Erdi Afiata Valentine, SE, MM, Komandan Rayon Militer Tempel, Kapolsek Tempel, Lurah Banyurejo H. Saparjo, ST, MM, Lurah Sumberrejo Andjar Purwanto, SE, Ketua Puskesmas Tempel 1 dan 2 serta para kepala sekolah dari KB-PAUD, TK, SD, hingga SMP.
Sosialisasi ini menegaskan bahwa pemenuhan gizi tidak hanya menjadi program sektoral, tetapi agenda bersama yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan dunia pendidikan. Tujuannya jelas: memastikan intervensi gizi bagi siswa berjalan terencana, terukur, dan tepat sasaran.
Lurah Banyurejo, H. Saparjo, menilai program ini sebagai bentuk nyata perhatian negara terhadap generasi muda. Ia menyebut inisiatif tersebut sebagai “berkah yang patut disyukuri” sekaligus amanah yang harus dijalankan bersama.
“Jika dalam pelaksanaannya nanti ada kendala dari penerima manfaat, kami membuka ruang komunikasi. Kalurahan, puskesmas, dan SPPG siap menjadi tempat koordinasi agar program ini benar-benar dirasakan oleh anak-anak,” ujarnya.
Ketua SPPG Banyurejo, Aryo Bagus Ikhsan Asdana, menjelaskan bahwa sosialisasi ini memaparkan teknis operasional program, mulai dari mekanisme distribusi, sistem monitoring dan evaluasi, hingga peran sekolah dalam memantau perkembangan kesehatan siswa secara berkala.
“Sekolah adalah mitra strategis. Selain memastikan penyaluran berjalan tertib, sekolah juga berperan dalam edukasi pola makan sehat dan pemantauan kondisi peserta didik,” kata Aryo.
Ia menambahkan, tahap awal pelaksanaan program Makan Bergizi (MBG) melalui SPPG Banyurejo dijadwalkan mulai Senin, 19 Januari 2026. Pada penyaluran perdana, sebanyak 1.003 siswa akan menjadi penerima manfaat, mencakup peserta didik KB-PAUD, TK, SD, dan SMP di Kalurahan Banyurejo serta Kalurahan Sumberrejo.
Kepala sekolah yang hadir menyambut baik program ini. Bagi mereka, pemenuhan gizi bukan sekadar dukungan kesehatan, tetapi fondasi penting bagi peningkatan konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, dan prestasi siswa. Dengan intervensi yang terencana, sekolah diharapkan mampu menjadi ujung tombak pembentukan generasi yang sehat dan produktif.
Secara nasional, program pemenuhan gizi di lingkungan pendidikan menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menghadapi tantangan gizi ganda—masih adanya kekurangan gizi pada kelompok rentan di satu sisi, serta meningkatnya risiko penyakit akibat pola konsumsi tidak sehat di sisi lain. Melalui pendekatan berbasis komunitas seperti SPPG, kebijakan pusat diterjemahkan dalam praktik nyata di daerah.
Kegiatan sosialisasi berlangsung tertib dan interaktif, ditandai dengan dialog antara pengelola program dan para pemangku kepentingan. Diharapkan, kolaborasi lintas sektor yang terbangun tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi berlanjut dalam pengawasan, evaluasi, dan penguatan edukasi gizi di sekolah.
Dengan dimulainya program ini, Banyurejo menegaskan perannya sebagai bagian dari gerakan nasional membangun generasi sehat. Pemenuhan gizi bukan sekadar program bantuan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan pendidikan dan kualitas manusia Indonesia.
(Farisah, KIM Senyum Tempel)