80 Lansia sehat dilayani BKL Cemara Pondokrejo Tempel Sleman

  • Sih Budi Daryanto
  • Jan 19, 2026
Sosial Masyarakat , Features

80 Lansia sehat dilayani BKL Cemara Pondokrejo Tempel Sleman

Di Padukuhan Ngentak, Kalurahan Pondokrejo, Tempel, Sleman berdiri sebuah kelompok lansia bernama BKL Cemara. BKL adalah singkatan dari “Bina Keluarga Lansia”. Kegiatan ini merupakan bagian dari program dibawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Dalam bidang kesehatan lansia, BKL juga mendapat bimbingan dan pembinaan dari Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kapanewon Tempel dan dari Puskesmas Tempel II.

Sejak 2017, BKL Cemara dipimpin oleh Jamiatun Mufidah atau sering disapa dengan “Mbak Jam”, seorang nenek dengan dua cucu bersama 24 kader perempuan lainnya menghidupkan kembali BKL yang sempat vakum. Kini, terdapat 21 kader aktif, 1 bu Dukuh sebagai kader penanggung jawab dan 2 kader pembina yang juga sudah lansia.

Ditemui di Sekretariat BKL Cemara, tanggal 18 Januari 2026, Mbak Jam menjelaskan, “BKL Cemara melayani sekitar 80 lansia dari seluruh padukuhan, dengan sekitar 20 persen di antaranya laki-laki”. “Setiap bulan kami mengadakan Posyandu Lansia, meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi, lingkar perut, lingkar lengan, tensi, cek gula darah, pemeriksaan kesehatan gratis dan pengobatan oleh dokter Puskesmas dan dukungan apotik Setya Medika”, tambahnya. “Kami juga “Alhamdulillah, berkat pemantauan rutin, kondisi para lansia relatif sehat”, sambungnya.

“Setiap tiga bulan, kegiatan diperluas dengan penyuluhan kesehatan, musik, kerajinan, dan aktivitas positif lainnya”, keterangan Mbak Jam. “Bahkan, kelompok angklung lansia kami pernah menjadi juara tingkat kabupaten dan sejak itu beberapa kali diundang tampil”, imbuhnya.

Setahun sekali, BKL Cemara mengadakan “Piknik edukatif”, bukan sekadar rekreasi, tetapi juga belajar, seperti melihat pembuatan gerabah, tenun, hingga bakpia. Mereka juga menyelenggarakan “Sekolah Lansia”, yang telah meluluskan peserta Standar 1 dan Standar 2, dengan wisuda terakhir di Hotel Prima.

Untuk operasional, seorang warga meminjamkan aula, meski sudah dua kali berpindah lokasi. Setiap pertemuan kelompok Lansia bergiliran menyiapkan konsumsi untuk sekitar 120 orang, yang biayanya patungan antara kelompok dan Kas BKL.

BKL mengelola sebuah warung kecil sebagai kas kelompok. Warung ini juga mendapat kepercayaan dari Bank Mandiri untuk menerima pembayaran non-tunai dari para penerima Bantuan Sosial untuk belanja Sembako. Hasil keuntungan warung BKL ini sepenuhnya untuk pendukung kegiatan kelompok.

Meski belum semua kalurahan memiliki BKL, Cemara bisa menjadi contoh bahwa kegiatan terkoordinasi bisa berjalan baik dan membawa manfaat. Sedangkan bagi mBak Jam, semua ini berawal dari kepedulian. Ia melihat banyak lansia membutuhkan perhatian, edukasi kesehatan, dan pendampingan—terutama setelah pengalaman merawat kedua orang tuanya yang sakit.

Kini, BKL Cemara terus mengusung semangat: “Lansia Tangguh, Sehat, Mandiri, dan Produktif.

(Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)