SLEMAN — Upaya memperkuat kapasitas guru pendidikan anak usia dini (PAUD) dalam menghadapi perkembangan teknologi digital terus digencarkan. Puluhan guru PAUD dari berbagai wilayah di Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, mengikuti Pelatihan Information Technology (IT) 2026 yang digelar Sabtu (23/5/2026) yang akan dilaksanakan secara bertahap sepanjang Mei hingga Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Sorpule Kromodangsan, Pendopo Imam Suhadi itu menjadi ruang belajar bersama bagi para pendidik untuk meningkatkan keterampilan dasar teknologi informasi, mulai dari penggunaan Microsoft Word, Excel, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam dunia pendidikan.
Pelatihan ini diinisiasi oleh anggota DPRD Kabupaten Sleman, Wahyudi Kurniawan,S.IP sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi pendidikan di tingkat akar rumput. Menurutnya, peningkatan literasi digital bagi guru PAUD menjadi kebutuhan penting agar pendidikan anak usia dini tidak tertinggal di tengah percepatan perkembangan teknologi.
“Era digital menuntut semua sektor untuk beradaptasi, termasuk pendidikan anak usia dini. Guru PAUD memiliki peran strategis dalam membentuk generasi masa depan, sehingga mereka juga perlu didukung agar semakin percaya diri memanfaatkan teknologi,” ujar Wahyudi Kurniawan di sela kegiatan.
Materi pelatihan disampaikan oleh Tri Suwarno yang memberikan pembekalan seputar dasar-dasar teknologi informasi, pengoperasian Microsoft Word dan Excel, hingga pengenalan penggunaan ChatGPT sebagai alat bantu pembelajaran dan administrasi pendidikan.
Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami cara memanfaatkan teknologi secara praktis untuk mendukung aktivitas mengajar, penyusunan administrasi sekolah, hingga pengembangan ide pembelajaran yang lebih kreatif dan efisien.
Tri Suwarno menekankan bahwa teknologi digital seharusnya tidak dipandang sebagai sesuatu yang rumit atau menakutkan bagi para pendidik. Menurutnya, kemampuan dasar mengoperasikan perangkat digital kini menjadi kebutuhan penting di dunia pendidikan modern.
“Teknologi harus menjadi sahabat guru. Dengan memahami penggunaan Word, Excel, hingga ChatGPT, pekerjaan administrasi maupun penyusunan materi belajar bisa menjadi lebih mudah dan efektif,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sejak sesi awal pelatihan. Para guru tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkan penggunaan perangkat digital untuk kebutuhan administrasi sekolah maupun pengembangan media pembelajaran yang lebih kreatif.
Salah satu peserta, Sugiharti, mengaku pelatihan tersebut membuka wawasan baru bagi dirinya dan rekan-rekan sesama guru PAUD. Menurutnya, keterampilan digital kini menjadi bagian penting dari dunia pendidikan. “Selama ini kami banyak belajar secara mandiri. Dengan pelatihan seperti ini, kami jadi lebih paham dan tidak takut mencoba teknologi. Ini sangat membantu pekerjaan kami sebagai guru,” katanya.
Kegiatan ini sekaligus mencerminkan semakin kuatnya perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan dasar. Di tengah transformasi digital nasional, penguatan kompetensi guru dinilai menjadi salah satu fondasi penting agar proses pendidikan mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai pembelajaran yang humanis.
Pelatihan IT bagi guru PAUD tersebut dijadwalkan berlangsung dalam beberapa pertemuan hingga awal Juni 2026 dengan semangat kolaborasi dan belajar bersama. Penyelenggara berharap kegiatan serupa dapat terus diperluas sehingga semakin banyak tenaga pendidik yang memiliki kemampuan adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan pendidikan masa depan.(SBD KIM SENYUM TEMPEL)