Dorong Transformasi Digital Desa, Pamong Kalurahan Margorejo Gelar Rapat Koordinasi dan Buka Puasa Bersama
SLEMAN – Upaya memperkuat pelayanan publik sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam transformasi digital terus dilakukan pemerintah desa. Hal itu tampak dalam rapat terbatas mingguan pamong Kalurahan Margorejo Kapanewon Tempel Sleman yang dirangkai dengan buka puasa bersama pada Rabu (11/3/2026) di ruang pertemuan Kalurahan Margorejo.
Pertemuan tersebut menjadi forum koordinasi internal pamong kalurahan untuk mengevaluasi program kerja sekaligus merumuskan langkah pelayanan masyarakat ke depan, terutama dalam memperkuat partisipasi warga terhadap program digitalisasi administrasi kependudukan.
Salah satu agenda yang menarik perhatian dalam kegiatan itu adalah penyerahan doorprize kepada warga yang telah mengikuti program Identitas Kependudukan Digital (IKD). Hadiah tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar semakin banyak masyarakat beralih ke layanan administrasi kependudukan berbasis digital.
Doorprize diberikan kepada salah satu warga, Agus dari Padukuhan Surowangsan. Hadiah tersebut diserahkan langsung oleh Lurah Margorejo, Abdul Azis Muh Ridwan, SH.
Dalam kesempatan itu, Abdul Azis menegaskan bahwa digitalisasi layanan kependudukan merupakan bagian penting dari upaya modernisasi pelayanan publik di tingkat desa.
“Program IKD ini mempermudah masyarakat dalam mengakses dokumen kependudukan secara cepat dan praktis. Pemerintah kalurahan tentu ingin mendorong partisipasi warga agar semakin terbiasa dengan layanan digital yang kini terus dikembangkan pemerintah,” ujarnya.
Ia menambahkan, apresiasi dalam bentuk doorprize bukan semata hadiah, melainkan simbol dukungan pemerintah desa terhadap warga yang aktif mengikuti perkembangan sistem pelayanan publik. “Kami berharap langkah kecil seperti ini dapat menjadi pemantik semangat masyarakat untuk ikut beradaptasi dengan transformasi digital. Ketika warga sudah terbiasa menggunakan layanan digital, maka pelayanan pemerintah juga akan semakin efektif dan transparan,” kata Abdul Azis.
Suasana keakraban semakin terasa ketika rapat koordinasi tersebut dilanjutkan dengan buka puasa bersama seluruh pamong kalurahan. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai sarana mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat semangat pengabdian dalam melayani masyarakat.
Selain menjadi forum evaluasi kerja, kegiatan tersebut juga mencerminkan komitmen pemerintah desa dalam membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif, partisipatif, dan selaras dengan perkembangan teknologi.
Di berbagai daerah di Indonesia, program Identitas Kependudukan Digital kini mulai diperkenalkan sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi layanan administrasi negara. Langkah-langkah yang dilakukan di tingkat desa, seperti di Margorejo, menunjukkan bahwa digitalisasi pelayanan publik dapat tumbuh dari akar pemerintahan paling dekat dengan masyarakat.
Dengan kolaborasi antara pemerintah desa dan warga, diharapkan inovasi pelayanan publik berbasis digital dapat semakin diterima dan memberi manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat luas. (SBD KIM SENYUM TEMPEL)