*Festival Permainan Tradisional Anak Meriahkan Merti Kalurahan Sumberrejo 2025*
Tempel, 12 Oktober 2025
Sebagai bagian dari rangkaian Merti Kalurahan Sumberrejo Tahun 2025, Pemerintah Kalurahan Sumberrejo, Kapanewon Tempel, menyelenggarakan Festival Permainan Tradisional Anak yang berlangsung meriah di halaman Balai Kalurahan Sumberrejo. Kegiatan yang diikuti ratusan anak dari berbagai padukuhan ini disambut dengan penuh keceriaan dan semangat gotong royong warga pada Minggu pagi (12/10/2025)
Beragam lomba permainan tradisional seperti _gobak sodor, balap teklek, dan egrang_ digelar dengan antusias. Selain itu, panitia juga menyelenggarakan workshop membuat alat permainan anak tradisional dari bahan bambu dan kayu sederhana, yang dibimbing langsung oleh pengrajin lokal.
Dalam sambutannya, Lurah Sumberrejo, Anjar Purwanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga dan peserta yang turut menyukseskan kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya bangsa agar tidak hilang di tengah kemajuan teknologi. “Festival ini kami adakan sebagai bentuk komitmen Kalurahan Sumberrejo untuk melestarikan permainan tradisional anak yang kini mulai jarang dimainkan. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar tentang kerja sama, sportivitas, dan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi bagian dari karakter bangsa. Dan melalui kegiatan festival ini menjadi salah satu agenda unggulan Merti Kalurahan Sumberrejo 2025 yang mengusung tema “Guyub Rukun Nguri-uri Budaya Leluhur.” Selain festival permainan anak, rangkaian Merti juga akan diisi dengan kirab budaya, pentas seni rakyat, dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi dan kerukunan warga," ujar Lurah Anjar Purwanto.
Beliau menambahkan tentang pentingnya anak anak jaman sekarang mengetahui dan mencintai warisan leluhur yang tidak akan lekang ditelan jaman. “Kami ingin anak-anak kita tidak hanya pandai menggunakan teknologi, tapi juga mengenal dan mencintai permainan warisan leluhur. Bermain di ruang terbuka bersama teman-teman adalah pembelajaran sosial yang sangat berharga. Dengan semangat guyub rukun dan pelestarian budaya, Festival Permainan Tradisional Anak Merti Kalurahan Sumberrejo 2025 diharapkan dapat menghadirkan suasana kebahagiaan sekaligus membangkitkan kembali kenangan permainan rakyat yang sarat makna di hati masyarakat” tambah Anjar.
Sebagai penutup sambutannya, Lurah Anjar Purwanto menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia, peserta lomba, tokoh masyarakat, dan warga yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan ini. “Atas nama Pemerintah Kalurahan Sumberrejo, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan melestarikan budaya lokal, demi anak-anak dan masa depan Kalurahan Sumberrejo yang lebih berkarakter dan berbudaya,” tutupnya.
Sementara itu, dalam sesi workshop, Rohmat, pengrajin bambu asal Padukuhan Jetis, Sumberrejo, yang menjadi narasumber kegiatan, mengajarkan cara membuat berbagai alat permainan tradisional sederhana seperti gangsing, seruling bambu, dan egrang mini. Anak-anak terlihat antusias mencoba membuat dan memainkan hasil karya mereka sendiri.
Rohmat menjelaskan bahwa bahan-bahan yang digunakan mudah ditemukan di sekitar lingkungan, seperti bambu, karet, dan tali. “Kami ingin mengenalkan kepada anak-anak bahwa bermain tidak harus dengan mainan mahal. Bambu dan bahan alam sekitar bisa diubah menjadi alat permainan yang mendidik dan menyenangkan. Selain hemat, kegiatan ini juga menumbuhkan kreativitas dan kecintaan terhadap alam,” ujar Rohmat.
Suasana penuh kebersamaan dan nostalgia terasa sepanjang acara. Orang tua tampak senang melihat anak-anak bermain permainan masa lalu yang dulu mereka mainkan di masa kecil. Harapan pun muncul agar kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin tiap tahun, menjadi ruang pelestarian budaya dan pendidikan karakter bagi generasi muda.(sbd kim tempel)