Kalurahan Margorejo Gelar Penyusunan Profil Kebudayaan: Wujud Langkah Menuju Kalurahan Budaya
Tempel, (07/11/ 2025) - Pemerintah Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Penyusunan Profil Kebudayaan Kalurahan Margorejo bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat Kalurahan Margorejo dan dihadiri oleh Carik Margorejo Ariyanto Wibowo, S.H., CPLA, Kamituwo Anwar Ihsani, S.E., pamong kalurahan, serta sejumlah pegiat seni dan budaya se-Kalurahan Margorejo pada Jum'at (7/11/2025)
Acara ini menghadirkan narasumber utama Andre Veriangga, S.H., Kepala Seksi Warisan Budaya Tak Benda, Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman, yang memaparkan pentingnya penyusunan profil kebudayaan sebagai upaya menggali dan melestarikan potensi budaya lokal.
Dalam sambutannya, Carik Margorejo, Ariyanto Wibowo, S.H., CPLA., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Kami sangat mengapresiasi program penyusunan profil kebudayaan ini. Semoga ke depan Kalurahan Margorejo dapat menjadi Kalurahan Budaya yang mampu melestarikan sekaligus mengembangkan potensi kebudayaan lokal,” ujar Ariyanto.
Sementara itu, Andre Veriangga, S.H. menjelaskan bahwa penyusunan profil kebudayaan ini akan menitikberatkan pada penggalian seluruh potensi budaya yang ada di wilayah Kalurahan Margorejo. “Penyusunan profil kebudayaan di Kalurahan Margorejo nantinya menitikberatkan kepada bagaimana kalurahan bisa menggali semua potensi budaya yang ada di wilayahnya. Tentunya itu berpijak pada 10 objek pemajuan kebudayaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Andre menerangkan bahwa 10 objek pemajuan kebudayaan meliputi: tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional. Selain itu, potensi benda cagar budaya juga menjadi bagian penting dalam penyusunan profil tersebut. “Misalnya di wilayah Margorejo ada situs, reruntuhan bangunan candi, atau bangunan zaman Belanda, itu bisa dimasukkan sebagai potensi budaya. Bahkan rumah joglo, limasan, atau bangunan tua bergaya kolonial pun bisa menjadi bagian dari identitas budaya kita,” terangnya.
Andre menambahkan bahwa budaya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan pentas seni, tetapi juga mencakup nilai-nilai filosofis dan historis yang mendalam. “Budaya ini tidak hanya soal pertunjukan, tapi ada makna filosofis di baliknya. Dari 10 objek pemajuan kebudayaan itu, jika dijabarkan, akan banyak sekali potensi yang bisa tergali dari wilayah Margorejo,” ungkapnya.
Dalam sesi diskusi, Andre juga menyoroti kendala umum yang sering dihadapi oleh kalurahan dalam penyusunan profil kebudayaan, yaitu kesulitan dalam menarasikan potensi yang sudah ada. “Potensi budaya itu sebenarnya sudah ada di depan mata kita. Contohnya di Margorejo ada 14 padukuhan, masing-masing memiliki kekhasan. Namun yang sering menjadi tantangan adalah bagaimana menulisnya menjadi sebuah narasi yang utuh dan bermakna,” ujarnya.
“Misalnya ada kelompok seni jathilan Turonggo, bukan sekadar menulis kapan berdiri dan siapa ketuanya, tetapi juga perlu menggali sejarah terbentuknya, tata nilai yang diangkat, dan pesan filosofisnya,” imbuhnya.
Andre juga menyampaikan bahwa Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman akan terus melakukan pendampingan terhadap kalurahan-kalurahan yang sedang menyusun profil kebudayaan. “Kami dari Dinas Kebudayaan rutin melakukan pendampingan. Jadi ketika draft profil sudah jadi, bisa dikirimkan ke kami untuk dikoreksi bersama. Harapannya, profil kebudayaan ini bisa menjadi acuan bagi kalurahan menuju predikat Kalurahan Budaya,” jelasnya.
Ia menutup dengan ajakan kepada seluruh kalurahan rintisan budaya untuk aktif menyusun profil kebudayaan sebagai langkah penting menuju peningkatan status menjadi Kalurahan Budaya. “Penyusunan profil kebudayaan ini bukan sekadar administrasi, tapi bagian dari upaya pelestarian identitas lokal dan kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya leluhur,” pungkasnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif yang diikuti antusias oleh para peserta. Diharapkan melalui kegiatan ini, Kalurahan Margorejo mampu menggali kekayaan budayanya secara lebih mendalam serta menapaki langkah konkret menuju pengakuan sebagai Kalurahan Budaya di Kabupaten Sleman.
(Sih Budi Daryanto - Kim Senyum Tempel)