Kebun Pepaya Domban Mororejo Tempel: Tanaman Mini, Buahnya Maksimal
Pepaya Pendek Berbuah Lebat, Inovasi Pertanian dari Domban Mororejo Tempel Sleman
Tangan dingin Tri Suyitno, penyuluh pertanian warga Domban, Mororejo, Tempel, berhasil menghadirkan pemandangan tak biasa di kebun pepaya miliknya. Tanaman pepaya yang ditanam hanya setinggi sekitar 60–70 sentimeter, namun buahnya lebat bergantungan dengan ukuran normal.
Saat ditemui di kebun yang dikelolanya di lahan sewaan, Minggu (28/12/2025), hamparan tanaman pepaya tampak pendek dengan daun-daun hijau yang rimbun. Sekilas tak terlihat buah. Namun ketika pengunjung berjongkok, barulah tampak deretan buah pepaya menggantung rapat di batang, bahkan jaraknya tidak sampai satu jengkal dari tanah.
“Memetik buahnya harus sambil jongkok,” ujar Tri Suyitno sambil tersenyum. Ia menjelaskan bahwa pepaya yang ditanam merupakan varietas California, ditanam dan dipelihara sesuai kaidah budidaya. Keunikan pertumbuhan tanaman tersebut, menurutnya, dipengaruhi oleh penggunaan pupuk alami Bio Saka yang ia racik sendiri.
“Pupuknya sederhana, hanya dari daun atau rerumputan yang diremas-remas dalam air,” jelasnya. Keberhasilan pupuk, lanjut Tri, sangat ditentukan oleh pemilihan bahan baku berupa daun atau rumput yang tumbuh subur dan sehat. Untuk pengendalian hama, ia juga menggunakan disinfektan alami dengan prinsip serupa, tanpa bahan kimia sintetis.
Selain pepaya, kebun tersebut juga ditanami beragam komoditas hortikultura seperti bunga kol, jagung manis, edamame, kacang panjang, dan bawang merah. Tak jauh dari kebun, Tri juga mengelola tiga petak sawah yang kini tampak menghijau. Seluruh lahan dikerjakan dengan dibantu dua orang pekerja penuh waktu.
Praktik pertanian yang diterapkan Tri Suyitno menunjukkan bahwa inovasi sederhana berbasis bahan alami mampu menghasilkan produktivitas tinggi, sekaligus ramah lingkungan.
(Sadhono Hadi / KIM Tempel)