Kelas Lansia Jadi Ruang Belajar Emosi dan Adaptasi Usia Senja

  • Sih Budi Daryanto
  • Feb 14, 2026
Kesehatan

Kelas Lansia Jadi Ruang Belajar Emosi dan Adaptasi Usia Senja

Sleman - Program pemberdayaan lansia kembali menunjukkan perannya sebagai pilar pembangunan sosial berbasis komunitas. Kegiatan kelas lansia yang digelar Pokja 1 TP-PKK Kalurahan Margorejo pada Sabtu (14/02/2026) menjadi contoh nyata bagaimana edukasi kesehatan mental dan sosial dapat dihadirkan dekat dengan masyarakat. Acara berlangsung di ruang pertemuan kalurahan setempat dan diikuti puluhan peserta lansia dari wilayah tersebut.

Kegiatan ini dipimpin Sekretaris TP-PKK Margorejo, Etika Devi, SE yang menegaskan pentingnya ruang belajar bagi kelompok usia lanjut. Menurutnya, lansia tidak hanya membutuhkan layanan kesehatan fisik, tetapi juga dukungan psikologis dan sosial agar tetap aktif serta percaya diri menjalani masa tua.

 “Kelas lansia ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan wadah berbagi pengalaman, memperkuat semangat hidup, dan meningkatkan kualitas kesejahteraan emosional. Kami ingin para ibu lansia tetap merasa berdaya dan dihargai,” ujarnya dalam sambutan pembuka.

Materi utama disampaikan oleh narasumber Sasriyanti, psikolog dari Puskesmas Tempel 1. Ia mengulas berbagai perubahan yang lazim terjadi pada lansia, mulai dari aspek fisik, kognitif, hingga emosional. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa perubahan suasana hati, kecemasan, maupun rasa kesepian adalah hal yang wajar, namun perlu dikelola dengan strategi yang tepat. 

“Usia lanjut bukan akhir dari produktivitas. Justru di fase ini seseorang bisa mencapai kedewasaan emosi yang matang, asalkan memahami perubahan diri dan mau belajar menyesuaikan,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa dukungan keluarga dan lingkungan sosial berperan besar dalam menjaga kesehatan mental lansia.

Sasriyanti memaparkan sejumlah teknik sederhana pengelolaan emosi, seperti latihan pernapasan, aktivitas sosial terjadwal, menjaga komunikasi dengan keluarga, serta membangun rutinitas harian yang bermakna. Ia menilai pendekatan komunitas seperti kelas lansia efektif karena menghadirkan rasa kebersamaan sekaligus memperkuat jejaring dukungan sosial.

Kegiatan yang berlangsung di Margorejo,Tempel, Sleman ini mencerminkan tren nasional meningkatnya perhatian terhadap kualitas hidup lansia. Berbagai daerah kini mulai mengembangkan program serupa sebagai bagian dari strategi pembangunan manusia yang inklusif dan berkelanjutan.

Di akhir sesi, peserta tampak antusias mengikuti diskusi interaktif dan berbagi pengalaman pribadi. Suasana hangat dan penuh keakraban menjadi penanda bahwa kegiatan semacam ini tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan rasa kebersamaan yang sangat dibutuhkan di usia senja.

Program kelas lansia yang diinisiasi TP-PKK Margorejo ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah lain. Dengan pendekatan edukatif, partisipatif, dan berbasis komunitas, pemberdayaan lansia tidak lagi dipandang sebagai kegiatan pelengkap, melainkan investasi sosial jangka panjang bagi kualitas kehidupan masyarakat secara keseluruhan.(SBD KIM SENYUM TEMPEL)