Khatmil Qur’an: Menghidupkan Tradisi Membaca, Memahami, dan Mengamalkan Al-Qur’an

  • Sih Budi Daryanto
  • Mar 16, 2026
Keagamaan

Khatmil Qur’an: Menghidupkan Tradisi Membaca, Memahami, dan Mengamalkan Al-Qur’an

SLEMAN – Tradisi khatmil Qur’an atau khataman Al-Qur’an terus hidup di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari penguatan spiritual umat Islam, khususnya di bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini tidak sekadar menandai selesainya pembacaan Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum memperdalam pemahaman dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Semangat tersebut tampak dalam kegiatan Khotmil Qur’an yang digelar di Masjid Al Hikmah Sedogan, Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, pada Senin (16/3/2026). Acara yang berlangsung di serambi masjid itu diikuti oleh jamaah laki-laki dan perempuan dari berbagai kalangan masyarakat sekitar.

Prosesi khataman dipimpin oleh rois sekaligus imam Masjid Al Hikmah, Kyai Muhdi Harjono, yang memandu rangkaian pembacaan Al-Qur’an hingga doa penutup. Suasana khidmat terasa sepanjang acara, ketika para jamaah bersama-sama menyimak lantunan ayat suci Al-Qur’an.

Dalam tausiyahnya, pengasuh takmir Masjid Al Hikmah, Drs. Juwarno, menekankan bahwa khataman Al-Qur’an bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari proses spiritual yang harus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.

“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca hingga khatam, tetapi juga untuk dipahami dan diamalkan secara istiqomah dalam kehidupan,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia mengingatkan pesan Al-Qur’an yang menekankan pentingnya sikap khusyuk saat Al-Qur’an dibacakan. "Dan apabila Al-Qur'an dibacakan, maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.(QS. Al-A'raf: 204)," jelasnya.

Selain itu, Juwarno juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menegaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain. “Belajar Al-Qur’an adalah kewajiban setiap Muslim, tetapi tanggung jawab itu tidak berhenti di situ. Kita juga dituntut untuk mengajarkannya dan mengamalkannya dengan penuh keistiqomahan,” tambahnya.

Kegiatan khatmil Qur’an seperti ini, lanjutnya, menjadi sarana mempererat kebersamaan jamaah sekaligus menguatkan budaya literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Tradisi khataman Al-Qur’an yang rutin digelar di berbagai masjid di Indonesia menunjukkan bagaimana nilai-nilai keagamaan terus dirawat melalui kegiatan yang sederhana namun penuh makna. Melalui momentum ini, umat diingatkan bahwa hubungan dengan Al-Qur’an tidak berhenti pada bacaan, melainkan berlanjut pada pemahaman dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi masyarakat, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an bukan hanya kitab suci yang dibaca saat momen tertentu, tetapi juga pedoman hidup yang menghadirkan ketenangan, kebijaksanaan, dan rahmat bagi siapa saja yang mempelajari serta mengamalkannya. (SBD KIM SENYUM TEMPEL)