KIM Senyum Tempel Ikuti Pelatihan Jurnalistik, Tingkatkan Literasi Digital dan Waspadai Dampak Teknologi AI

  • Sih Budi Daryanto
  • Oct 23, 2025
Sosial Masyarakat

*KIM Senyum Tempel Ikuti Pelatihan Jurnalistik, Tingkatkan Literasi Digital dan Waspadai Dampak Teknologi AI*

Tempel - Sebanyak 20 pengurus dan anggota Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Senyum Tempel mengikuti Pelatihan Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman. Kegiatan berlangsung di Aula Kalurahan Sumberrejo, Kapanewon Tempel, pada Kamis (23/10/2025).

Panewu Anom Tempel, Eni Yuliani, SE., M.Si., yang hadir mewakili Panewu Tempel. Dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat penting bagi peningkatan kapasitas anggota KIM. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga pelatihan jurnalistik ini memberikan manfaat nyata bagi kemajuan KIM Tempel dalam meningkatkan literasi digital dan kemampuan menyampaikan liputan berita mengenai kegiatan di Kapanewon Tempel serta kalurahan-kalurahan di wilayah ini,” ujar Eni Yuliani. Ditambahkan oleh Eni dengan kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran KIM Senyum Tempel sebagai ujung tombak penyebarluasan informasi publik di tingkat kapanewon, sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan literasi digital masyarakat. “Dengan pelatihan seperti ini, kami berharap KIM Tempel semakin aktif, kreatif, dan mampu menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat,” tutup Panewu Anom Eni Yuliani.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Kominfo Sleman, Budi Santoso,ST,M.Eng,M.Eng, beserta jajarannya, serta Lurah Sumberrejo Anjar Purwanto SE. 

Dalam sambutannya, Budi Santoso menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap kemajuan teknologi digital, terutama di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang berkembang sangat pesat saat ini. “Teknologi AI memang membawa banyak manfaat, tetapi juga bisa menimbulkan tantangan baru, terutama dalam hal keaslian dan kebenaran informasi. KIM harus mampu menjadi filter dan penjaga kebenaran di tengah derasnya arus informasi digital,” tegas Budi Santoso. “Gunakan teknologi dengan bijak dan hati-hati. Jangan sampai kemudahan yang ditawarkan AI justru membuat kita lengah dalam menjaga etika, keaslian karya, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi publik,” pungkas Budi Santosa yang dilanjutkan dengan membuka secara resmi jalannya pelatihan jurnalistik ini.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber dari media ternama di Yogyakarta, yakni Widi Setiono dari Radar Jogja/RBTV dan Syarif dari Tribun Jogja.

Dalam sesi pertama, Widi Setiono membawakan materi tentang teknik pengambilan foto dan video untuk konten media sosial. Ia menekankan pentingnya kreativitas dan sudut pengambilan gambar agar pesan dapat tersampaikan dengan efektif. “Foto dan video adalah bahasa visual yang bisa berbicara tanpa kata-kata. Gunakan pencahayaan yang baik, komposisi yang seimbang, dan momen yang tepat agar konten KIM lebih menarik serta mampu mengedukasi masyarakat,” tutur Widi Setiono.

Sementara itu, Syarif dari Tribun Jogja memaparkan tentang pedoman dasar jurnalistik dan etika dalam menulis berita. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keakuratan dan kredibilitas informasi yang disampaikan oleh KIM kepada masyarakat. “Menulis berita bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjaga kepercayaan publik. Terapkan prinsip 5W + 1H dan selalu lakukan verifikasi sebelum mempublikasikan informasi,” tegas Syarif.

Selain sesi teori, peserta juga mendapat kesempatan untuk mempraktikkan langsung pembuatan liputan berita berdasarkan kegiatan pelatihan yang mereka ikuti hari itu. Peserta tampak antusias belajar menulis berita, mengambil gambar, dan menyusun konten untuk media sosial KIM.

(sbd kim tempel)