KIM Tempel Perkuat Literasi Informasi dan Kesiapan Agenda Strategis, Dorong Peran Aktif Tangkal Hoaks

  • Sih Budi Daryanto
  • Apr 24, 2026
Sosial Masyarakat

KIM Tempel Perkuat Literasi Informasi dan Kesiapan Agenda Strategis, Dorong Peran Aktif Tangkal Hoaks

Sleman — Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) “SENYUM” di Kapanewon Tempel menegaskan komitmennya untuk memperkuat literasi informasi publik sekaligus meningkatkan kapasitas anggotanya dalam produksi konten jurnalistik yang akurat dan bertanggung jawab. 

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan rutin yang digelar pada Jumat (24/4/2026) di kediaman salah satu pengurus Kim Tempel, Basyori, Glagahombo Pondokrejo Tempel Sleman dihadiri segenap pengurus dari masingmasing bidang.

Pertemuan ini tidak sekadar menjadi forum koordinasi internal, tetapi juga ruang strategis untuk merespons tantangan nasional terkait maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi di ruang digital.

Ketua KIM “SENYUM”, Muryana, menekankan bahwa peran KIM saat ini semakin krusial di tengah derasnya arus informasi.

“KIM harus berada di garda depan dalam mencegah penyebaran hoaks dan disinformasi. Kita bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga penjaga kualitas informasi itu sendiri,” ujarnya.

Penguatan komitmen tersebut juga disampaikan oleh pegiat Kim Tempel Sadhono Hadi, yang menyoroti pentingnya peran kolektif masyarakat dalam menjaga ruang informasi tetap sehat. “Penangkalan disinformasi dan penyebaran hoaks tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Perlu kesadaran bersama dan kemauan untuk terus belajar, termasuk dalam membuat liputan berita yang baik dan benar,” katanya.

Ia menambahkan, proses belajar di dalam KIM harus menjadi budaya yang terus hidup, sehingga setiap anggota mampu menghasilkan informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. “Kita belajar bersama, saling menguatkan, dan terus meningkatkan kualitas. Itu kunci agar KIM tetap relevan,” lanjutnya.

Selain itu, Sadhono juga mengingatkan bahwa keanggotaan KIM memiliki semangat pengabdian. “Menjadi anggota KIM bukan untuk dijadikan profesi. Ini adalah kerja relawan, panggilan untuk berkontribusi bagi masyarakat melalui informasi yang benar dan mencerahkan,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, anggota KIM juga membahas pentingnya peningkatan keterampilan menulis berita. Pelatihan internal dirancang untuk membantu anggota menyusun liputan dengan narasi yang baik, efektif, dan sesuai kaidah jurnalistik, sekaligus mempertimbangkan kecepatan penyajian informasi.

Salah satu anggota KIM, SBD menyampaikan bahwa kemampuan menulis yang baik akan memperluas jangkauan informasi daerah ke tingkat yang lebih luas. “Kita ingin berita dari wilayah kita bisa dibaca masyarakat nasional, bahkan lebih luas. Karena itu, cara bertutur dan struktur penulisan harus terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Selain fokus pada literasi informasi, KIM Tempel juga tengah menyiapkan persembahan seni dalam rangka acara pelepasan Panewu Anom. Kegiatan ini diharapkan menjadi simbol kebersamaan sekaligus bentuk apresiasi atas pengabdian pejabat yang telah bertugas.

Di sisi lain, perhatian juga diarahkan pada persiapan menghadapi pertemuan KIM “Sembada” yang dijadwalkan berlangsung pada minggu ketiga Mei mendatang. Forum tersebut dinilai penting sebagai ajang konsolidasi dan berbagi praktik baik antar-KIM di wilayah Kabupaten Sleman.“Kita harus serius dalam kesiapan, baik dari sisi program maupun kontribusi ide. Ini momentum untuk menunjukkan bahwa KIM di tingkat kapanewon mampu berperan aktif dalam ekosistem informasi publik,” kata Muryana.

Di tengah perkembangan teknologi informasi yang pesat, keberadaan KIM dinilai semakin relevan sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Tidak hanya menyampaikan informasi pembangunan, KIM juga berfungsi sebagai filter sosial terhadap informasi yang berpotensi menyesatkan.

Dengan penguatan kapasitas, kolaborasi, dan semangat kerelawanan, KIM Tempel optimistis dapat menjadi model komunitas informasi yang adaptif, kritis, dan inspiratif—tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga dalam konteks nasional. (SBD KIM SENYUM TEMPEL)