Peluncuran SPPG Sleman Tempel Sumberrejo Perkuat Upaya Pemenuhan Gizi Berbasis Komunitas

  • Sih Budi Daryanto
  • Apr 24, 2026
Sosial Masyarakat

Peluncuran SPPG Sleman Tempel Sumberrejo Perkuat Upaya Pemenuhan Gizi Berbasis Komunitas

Sleman — Upaya memperkuat pemenuhan gizi masyarakat terus didorong melalui peluncuran dan sosialisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sleman Tempel Sumberrejo yang digelar di Aula Kalurahan Sumberrejo, Tempel, Sleman, Jumat (24/4/2026). 

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem layanan gizi yang terintegrasi dan berkelanjutan di tingkat komunitas. Acara dihadiri oleh unsur Pimpinan Muhammadiyah, pemerintah kapanewon, pemerintah kalurahan serta perwakilan TNI dan Polri, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Dalam sambutannya, perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Dr H Yayan Suryana,M.Ag menegaskan bahwa isu gizi merupakan tantangan bersama yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak. “SPPG ini diharapkan menjadi model pelayanan yang mampu menjangkau masyarakat secara langsung dan berkelanjutan. Muhammadiyah berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dan untuk SPPG Sumberrejo ini adalah dapur ke-12 di wilayah Tempel yang bermitra dengan Muhammadiyah,"ujarnya.

Mewakili Panewu Tempel, Panewu Anom Eni Yuliani, SE, M.Si menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menilai kehadiran SPPG menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan dasar masyarakat. 

“Kami menyambut baik peluncuran SPPG ini sebagai bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Program ini tidak hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi generasi mendatang dan di seluruh Kapanewon Tempel ini merupakan SPPG ke 5 dari 8 yang direncanakan,” tuturnya.

Kepala SPPG Sumberrejo Tempel, Dwi Putro Wicaksono, dalam pemaparan sosialisasinya menjelaskan bahwa kesiapan dapur dan sistem operasional menjadi fondasi utama layanan. “Kami memastikan setiap proses, mulai dari pengolahan hingga distribusi, memenuhi standar kualitas dan nilai gizi. Harapannya, layanan ini dapat berjalan konsisten dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Dari unsur TNI, perwakilan Danramil Tempel , Peltu Sumaryono menegaskan dukungan terhadap program yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. “Ketahanan gizi adalah bagian dari ketahanan wilayah. Kami siap mendukung melalui sinergi kegiatan kemasyarakatan agar program ini berjalan optimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Tempel Gunawan Setyabudi SH MM menilai program SPPG memiliki dampak strategis terhadap stabilitas sosial. “Pemenuhan gizi yang baik akan berdampak pada kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Ini juga menjadi bagian dari upaya preventif dalam menjaga ketertiban dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sesi pemaparan materi terkait kesiapan dapur SPPG dan mekanisme pelayanan menjadi perhatian utama peserta. Diskusi interaktif yang berlangsung menunjukkan tingginya antusiasme terhadap implementasi program di lapangan, termasuk peluang replikasi di wilayah lain.

Seorang peserta kegiatan , Suci Rokhani mengungkapkan harapannya agar program ini dapat terus dikembangkan. “Ini langkah konkret yang sangat dibutuhkan. Harapannya bisa menjangkau lebih banyak masyarakat dan berkelanjutan,” katanya.

Peluncuran SPPG Sleman Tempel Sumberrejo ini diharapkan menjadi tonggak awal penguatan layanan gizi berbasis komunitas yang dapat diadaptasi di berbagai daerah di Indonesia. Dengan kolaborasi yang solid, program ini diyakini mampu mendukung agenda nasional dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan penegasan komitmen bersama untuk mengawal implementasi program secara berkelanjutan.(SBD KIM SENYUM TEMPEL)