Gerakan Belanja di Pasar Rakyat Digencarkan, Dorong UMKM dan Ekonomi Lokal Bangkit
Sleman — Pemerintah daerah kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui gerakan belanja di pasar rakyat. Inisiatif ini tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga strategi konkret untuk menggerakkan roda ekonomi lokal, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Melalui Surat Edaran Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman Nomor 01.62 Tahun 2026 tentang Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR), seluruh aparatur pemerintah, BUMD, hingga organisasi vertikal diajak turun langsung ke pasar tradisional untuk berbelanja. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Pemkab Sleman dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), serta dukungan terhadap UMKM dan pedagang tradisional. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung serentak pada Jumat, 24 April 2026, di berbagai pasar rakyat se Kabupaten Sleman.
Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Tempel Erdi Afiata Valentin, SE, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi berbasis masyarakat. “Pasar rakyat bukan hanya ruang transaksi, tetapi ruang hidup bagi banyak keluarga. Dengan berbelanja di sana, kita ikut menjaga keberlangsungan ekonomi mereka,” ujarnya.
Salah satu pelaksanaan kegiatan ini digelar di Pasar Tempel pada Jumat ( 24/4/2026), mulai pukul 07.30 hingga 10.00 WIB. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah perangkat Pemerintah Kapanewon Tempel, serta TP PKK Tempel. Kehadiran lintas sektor ini menjadi simbol kolaborasi nyata pemerintah dalam menggerakkan ekonomi lokal dari level paling dekat dengan masyarakat.
Partisipasi aktif aparatur sipil negara (ASN) dan berbagai instansi tersebut diharapkan mampu meningkatkan aktivitas jual beli di pasar tradisional, sekaligus memberikan efek psikologis positif bagi para pedagang.
Gerakan ini juga selaras dengan semangat peringatan Hari Kartini, Hari Jadi Kabupaten, serta Hari Kesatuan Gerak PKK, yang menekankan pentingnya peran kolektif masyarakat dalam pembangunan ekonomi berbasis keluarga dan komunitas.
Lebih dari sekadar aktivitas ekonomi, GEMPAR diharapkan mampu membangun kesadaran bersama bahwa keberlangsungan pasar tradisional sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah pun mendorong publikasi kegiatan ini melalui berbagai kanal digital sebagai bentuk kampanye luas untuk mengajak lebih banyak pihak terlibat dengan hastag #GEMPARSleman #HariKartini ke-147 #HariJadiSleman #HKGPKK-54
Di tengah tantangan modernisasi dan perubahan pola konsumsi, pasar rakyat tetap memiliki peran strategis sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok sekaligus ruang interaksi sosial. Melalui GEMPAR, pemerintah berupaya memastikan pasar tradisional tetap hidup, berkembang, dan menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Gerakan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda sesaat, melainkan menjadi kebiasaan kolektif yang mengakar—bahwa setiap transaksi di pasar rakyat adalah kontribusi nyata dalam memperkuat ekonomi bangsa dari tingkat paling dasar.(SBD KIM SENYUM TEMPEL)