Komitmen Pemkab Sleman Kendalikan Sampah Natal dan Tahun Baru

  • Sih Budi Daryanto
  • Dec 23, 2025
Sosial Masyarakat , Features

Komitmen Pemkab Sleman Kendalikan Sampah Natal dan Tahun Baru

Yogyakarta telah lama menjadi salah satu tujuan wisata utama di Indonesia, sejajar dengan Pulau Dewata. Kekayaan budaya, keramahan masyarakat, serta ragam destinasi alam dan kuliner menjadikan daerah ini magnet kuat bagi wisatawan. Pada masa liburan Natal dan Tahun Baru, arus kunjungan hampir selalu meningkat tajam. Jalanan padat, pusat wisata ramai, dan aktivitas perayaan berlangsung di banyak titik.

Di balik geliat pariwisata tersebut, terdapat tantangan serius yang tak boleh diabaikan: lonjakan timbulan sampah. Sisa makanan, kemasan plastik, hingga perlengkapan sekali pakai kerap meninggalkan jejak yang mencemari lingkungan, sungai, dan ruang publik. Jika tidak dikelola dengan baik, perayaan justru dapat menurunkan kualitas lingkungan hidup dan kenyamanan wisata.

Menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2025 tentang Pengendalian Sampah Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Sleman menerbitkan Surat Edaran Bupati Sleman Nomor 660 Tahun 2025 tanggal 23 Desember 2025. Kebijakan ini menjadi langkah konkret untuk memastikan perayaan tetap meriah tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Dalam surat edaran yang ditanda tangani oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya tersebut, diinstruksikan penyediaan sarana dan prasarana pengumpulan sampah terpilah, meliputi sampah sisa makanan, sampah kemasan plastik, serta sampah yang tidak dapat dimanfaatkan. Pemilahan sejak sumber menjadi kunci agar sampah dapat diolah kembali, dikomposkan, atau didaur ulang, sehingga volume sampah ke TPA dapat ditekan.

Pelaku usaha, penyelenggara acara, dan masyarakat juga diimbau menggunakan dekorasi dan atribut yang minim sampah, menghindari plastik sekali pakai, serta memilih material yang dapat digunakan kembali. Setiap perayaan dan kegiatan dianjurkan menerapkan konsep “less waste event”, yaitu perayaan dengan kesadaran penuh terhadap jejak lingkungan yang ditinggalkan.

Upaya ini diperkuat dengan ajakan mengurangi penggunaan kotak makanan sekali pakai, sendok dan gelas plastik, serta mendorong penggunaan tas belanja yang dapat dipakai berulang kali. Di setiap kegiatan perayaan Natal dan Tahun Baru, disiapkan pula petugas khusus penanganan sampah untuk memastikan pengelolaan berjalan tertib dan efektif.

Pada akhirnya, tanggung jawab bersama ini bermuara pada satu tujuan: mengembalikan kondisi kebersihan lokasi keramaian seperti semula. Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku wisata, dan masyarakat, Yogyakarta dan Sleman dapat tetap menjadi destinasi unggulan yang ramah wisatawan sekaligus ramah lingkungan—merayakan kebahagiaan tanpa meninggalkan beban bagi alam.

(Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)