Komunikasi Lewat Batu, Karya Seniman Patung Sleman

  • Sih Budi Daryanto
  • Nov 17, 2025
Features

Komunikasi Lewat Batu, Karya Seniman Patung Sleman

Dari dusun kecil Jenengan, Kalurahan Pondokrejo, Tempel Sleman, karya seni pahat batu, pematung otodidak Ipung yang bernaung dibawah perusahaan Mey-mey Watu, menebar ke pelosok tanah air hingga ke manca negara. Ditemui di rumahnya di sudut padukuhan di tepi sawah, tanggal 16/11/25 yang lalu, Ismiyatun, pemilik Mey-mey Watu, sekaligus istri Ipung, bercerita tentang proses pembuatan prasasti dari batu besar yang hampir semua sisinya dipahatkan tulisan, “Kami pelajari permintaan pemesan, kemudian kami cari batu yang tepat baik bentuk, jenis maupun besarnya”, jelasnya. “Kalau batu itu tidak ada dalam stock kami, kami datangkan dari luar kota dan diangkut dengan truck yang dilengkapi katrol”, tambahnya.

Banyak patung-patung batu, realistik, abstrak bertebaran dihalaman rumahnya yang rindang. Halaman dan teras rumahnya sekaligus menjadi ruang pamer hasil karyanya. Permukaan dinding teras dihias dengan beragam hasil kerajinan batu, termasuk ukiran relief batu. Mejanya terbuat dari marmer coklat sedang kursinya juga dari batu yang lekukan permukaannya dipahat halus.

“Kebanyakan pesanan diperoleh dari komunitas seniman yang saling berbagi bila ada pesanan yang harus dikerjakan”, kata Ismi, yang juga berasal dari keluarga seniman. “Kami berada dalam kumpulan seniman yang sangat bersahabat, saling mendukung dan membantu, sehingga pekerjaan terus mengalir”, tambahnya.

Mey-mey Watu juga banyak menerima pesanan dari seniman luar negeri seperti Amerika, Belanda, Perancis, juga Korea. “Biasanya sesama seniman kami bisa berkomunikasi lebih detail dalam masalah teknis dan desain”, sambungnya. Ismi juga menyebutkan peran Art Jog sangat membantu dalam promosi, komunikasi dan edukasi para seniman di Jogja. Seperti diketahui Art Jog adalah festival seni kontemporer tahunan selama sebulan penuh di Jogja.

(Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)