Kebersamaan tidak selalu dibangun dengan iuran besar. KIM/UMKM Kerto Mandiri, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, membuktikan bahwa sumbangan sukarela justru mampu memperkuat organisasi. Selama ini dana kas organisasi diperoleh dari arisan dan iuran anggota yang ringan sehingga kegiatan organisasi dapat berjalan lancar, termasuk pertemuan rutin setiap tanggal 20 setiap bulan. Belakangan, para anggota sepakat menambah sumber dana melalui "Kotak Senyum", yaitu kotak donasi yang diedarkan pada setiap pertemuan. Anggota dipersilakan mengisinya secara sukarela sesuai kemampuan masing-masing.
"Ternyata para anggota sangat antusias menyambut gagasan ini. Bahkan sebelum Kotak Senyum diedarkan, mereka sudah bertanya-tanya, 'Mana Kotak Senyumnya?'" ujar Suharno, sesepuh KIM/UMKM Kerto Mandiri yang ikut mendirikan organisasi tersebut pada tahun 2002.
Menurut Suharno, hasilnya jauh melampaui harapan. "Belum genap satu tahun Kotak Senyum berjalan, kami sudah bisa membelikan seluruh 45 anggota seragam batik berkualitas, seperti yang saya pakai ini. Semua anggota mendapatkannya secara gratis," katanya sambil menunjukkan batik bernuansa hijau toska yang dikenakannya saat ditemui pada Minggu (19/7/2026) di Sekretariat KIM di Kapanewon Turi, Sleman.
Keberhasilan KIM/UMKM Kerto Mandiri tidak hanya terlihat dari kemandirian keuangannya. Tahun lalu organisasi ini terpilih sebagai salah satu dari empat Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) terbaik dari Indonesia yang melakukan kunjungan studi ke Malaysia. Setelah itu, Kapanewon Turi juga dua kali menerima kunjungan studi banding dari rombongan Malaysia yang ingin mempelajari pengelolaan organisasi masyarakat.
Kekuatan utama KIM/UMKM Kerto Mandiri terletak pada tata kelola organisasi yang tertib. Organisasi ini memiliki administrasi yang lengkap, mulai dari daftar hadir, notulen rapat, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), visi dan misi, sekretariat tetap, seragam organisasi, hingga kas yang sehat untuk mendukung berbagai kegiatan. Tugas utama dalam pemberitaan dilakukan oleh dua orang penulis aktif dan seluruh anggota menjadi kontributor bahan berita.
Selain aktif dalam pemberdayaan UMKM, KIM/UMKM Kerto Mandiri juga menjalin kerja sama dengan Sebuah Poliklinik di Turi dalam penyelenggaraan senam lansia setiap hari Selasa pukul 07.00 WIB. Setelah senam, peserta memperoleh penyuluhan singkat mengenai kesehatan, kewirausahaan, maupun informasi pembangunan dari berbagai narasumber. Kelompok senam ini juga secara rutin mengadakan wisata bersama sebagai sarana mempererat silaturahmi.
"Hubungan kami dengan Forum Komunikasi UMKM tingkat kapanewon juga sangat baik. Beberapa anggota kami bahkan menjadi pengurus Forkom UMKM," jelas Suharno. Ia menambahkan, sebagian anggota juga aktif sebagai pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), sehingga jadwal pertemuan kedua organisasi dibuat pada hari yang sama. "PWRI bertemu pukul 09.00, sedangkan KIM mulai pukul 13.00. Jadi lebih efisien bagi para anggota," katanya.
Di usia 84 tahun, Suharno yang telah dikaruniai lima orang anak, sejumlah cucu, dan seorang cicit, masih menunjukkan semangat luar biasa dalam membina organisasi. Dengan ia memperlihatkan deretan map administrasi yang tersusun rapi di sekretariat. Baginya, kerapian administrasi, kekompakan anggota, serta budaya gotong royong melalui Kotak Senyum merupakan fondasi utama yang membuat organisasi mampu bertahan dan terus berkembang selama lebih dari dua dekade. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)