SLEMAN – Upaya menekan angka penyakit infeksi saluran pernapasan, khususnya pneumonia pada anak, tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat. Kesadaran inilah yang terus diperkuat Tim Penggerak (TP) PKK Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, melalui kegiatan penyuluhan kesehatan yang digelar di ruang pertemuan Kalurahan Margorejo, Minggu (19/7/2026).
Kegiatan yang diikuti kader PKK dan kader kesehatan tersebut diawali dengan sambutan Ketua TP PKK Kalurahan Margorejo, Maryana Abdul Azis. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa PKK memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun keluarga yang sehat, tangguh, dan memiliki kepedulian terhadap pencegahan berbagai penyakit.
"Pengetahuan yang dimiliki kader diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat. Edukasi yang sederhana namun dilakukan secara berkelanjutan akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kesehatan keluarga," ujar Maryana.
Ia menambahkan, kader PKK merupakan ujung tombak yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas kader melalui penyuluhan rutin menjadi investasi penting untuk membangun budaya hidup sehat sejak tingkat keluarga.
Materi utama dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Sri Krismiyati, kader kesehatan Kalurahan Margorejo dari Pokja 4. Ia mengulas secara komprehensif mengenai pneumonia, mulai dari pengertian, penyebab, gejala, faktor risiko, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga.
Menurut Sri Krismiyati, pneumonia merupakan infeksi yang menyerang paru-paru dan masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan, bahkan kematian pada balita apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.
"Orang tua perlu mengenali tanda-tanda awal seperti demam, batuk, napas cepat, atau sesak. Jangan menunggu kondisi anak memburuk. Segera bawa ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan sedini mungkin," jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa pencegahan pneumonia dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti memberikan imunisasi lengkap kepada anak, memenuhi kebutuhan gizi seimbang, menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menghindarkan anak dari paparan asap rokok.
Suasana penyuluhan berlangsung interaktif. Peserta memanfaatkan sesi diskusi untuk berkonsultasi mengenai gejala penyakit pernapasan yang sering dijumpai di lingkungan sekitar serta cara membedakan pneumonia dengan infeksi saluran napas biasa.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Kalurahan Margorejo berharap pengetahuan yang diperoleh para kader tidak berhenti di ruang pertemuan, melainkan diteruskan kepada keluarga dan masyarakat melalui berbagai kegiatan PKK maupun posyandu. Dengan semakin meningkatnya literasi kesehatan di tingkat komunitas, upaya pencegahan pneumonia diharapkan dapat berjalan lebih efektif sehingga tumbuh generasi yang lebih sehat dan berkualitas.(SBD)