Langkah Cerdas Peternak Kambing di Tambakrejo Tempel Sleman

  • Sih Budi Daryanto
  • Nov 07, 2025
Features

Langkah Cerdas Peternak Kambing di Tambakrejo Tempel Sleman

Tempel, 6 November 2025 — Di tengah perbukitan kecil Dusun Blimbingan, Kalurahan Tambakrejo, Kapanewon Tempel, terdapat kandang kambing yang tertata rapi dan bersih. Dari sinilah Sulistyawati, seorang peternak perempuan yang ulet dan berpikiran maju, menemukan langkah cerdas dalam mengelola usaha ternaknya — dengan hanya memelihara kambing jantan.

Keputusan itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, pasar kambing jantan jauh lebih mudah diprediksi dan memiliki nilai jual stabil, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha.

“Dulu saya beternak seperti umumnya peternak lain, ada kambing jantan dan betina, jumlahnya bisa lebih dari dua puluh ekor. Tapi saya perhatikan, yang paling cepat laku dan bernilai tinggi adalah jantan, terutama menjelang kurban,” tutur Sulistyawati saat ditemui di kandangnya, Kamis (6/11/2025).

Ia kemudian mengubah pola ternaknya. Kini, ia hanya membeli kambing jantan muda jauh sebelum musim kurban, ketika harga masih rendah. Hewan-hewan itu dirawat dengan pakan alami seperti daun lamtoro, rumput gajah, serta dedaunan kering yang difermentasi. “Saya lebih suka memanfaatkan bahan pakan alami dari sekitar, murah dan hasilnya juga bagus. Kambing jadi sehat dan cepat besar,” tambahnya sambil tersenyum bangga.

Dengan perawatan rutin, jadwal pemberian pakan teratur, serta kebersihan kandang yang terjaga, kambing-kambing jantan milik Sulistyawati tumbuh sehat dan siap jual dalam waktu beberapa bulan. Saat Idul Adha tiba, permintaan meningkat tajam — inilah momen di mana hasil kerja kerasnya terbayar lunas.

Setiap musim kurban, ia bisa meraup keuntungan yang signifikan dari penjualan kambing jantan siap sembelih. Namun bagi Sulistyawati, nilai terbesar bukan hanya keuntungan finansial, melainkan kemandirian dan kecerdasan dalam membaca peluang usaha.

“Kalau kita bisa memahami pasar dan sabar merawat, hasilnya tidak akan mengecewakan. Ternak itu bukan sekadar kerja fisik, tapi juga perlu berpikir strategi,” ujarnya mantap.

Langkah sederhana namun penuh perhitungan ini menjadikan usaha ternak Sulistyawati bukan hanya menguntungkan, tetapi juga berkelanjutan. Di tangan perempuan desa yang visioner ini, peternakan kambing jantan menjadi contoh nyata bahwa inovasi bisa dimulai dari cara berpikir yang berbeda.

(Sadhono Hadi / KIM Senyum Tempel)