Momen Hari Pahlawan, Anak-Anak TK Mororejo Belajar Literasi Lewat Lomba Mewarnai
Sleman – Suasana ceria menyelimuti Balai Kalurahan Mororejo, Minggu (16/11/2025), ketika puluhan anak TK berkumpul sambil membawa krayon warna-warni. Mereka berasal dari empat TK se-Mororejo—TK ABA Kragan, TK ABA Plumbon, TK ABA Durensawit, dan KBTK Putra Handayani—untuk mengikuti Lomba Mewarnai dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Acara yang digelar Pemerintah Kalurahan Mororejo itu dirancang untuk menumbuhkan minat baca dan literasi sejak usia dini sekaligus mengenalkan nilai-nilai kepahlawanan kepada anak-anak.
Keceriaan Anak-Anak dan Nuansa Humanis Hari Pahlawan
Sejak pagi, raut wajah penuh antusias tampak jelas dari para peserta. Ada yang menggenggam krayon dengan semangat, ada pula yang mengamati kertas gambar sambil bertanya kepada guru pendamping mengenai warna yang harus dipilih.
Seorang anak dari TK ABA Plumbon dengan polos berkata, “Aku mau warnai merah dulu, biar kayak bendera pahlawan,” sambil tersenyum bangga. Momen-momen kecil inilah yang membangun kedekatan emosional antara kegiatan lomba dengan semangat Hari Pahlawan yang ingin ditanamkan sejak dini.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Perpusda Sleman Ch. Rini Puspitasari, Lurah Mororejo H. Jaka Ristanta, perangkat kalurahan, Ketua TP PKK Mororejo, Babinsa, Babinkamtibmas, guru pendamping, hingga orang tua peserta.
Dorong Literasi dan Kenalkan Pojok Baca Kalurahan
Dalam sambutannya, Lurah Mororejo H. Jaka Ristanta menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan orang tua yang mendukung kegiatan tersebut. “Terima kasih atas antusias anak-anak dan orang tua. Lomba ini bukan hanya hiburan, tetapi bagian dari upaya membangun budaya literasi sejak usia dini,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan mengenalkan Pojok Baca/Perpustakaan Kalurahan Mororejo sebagai ruang edukatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya anak-anak.
Dukungan Perpusda Sleman untuk Perpustakaan yang Inklusif
Sekretaris Perpusda Sleman, Ch. Rini Puspitasari, mengapresiasi inisiatif Kalurahan Mororejo. “Anak-anak ini generasi penerus bangsa. Kami bangga melihat mereka mengenang jasa pahlawan dengan aktivitas yang penuh kegembiraan seperti mewarnai,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa perpustakaan saat ini semakin inklusif dan tidak hanya menjadi tempat membaca. “Perpustakaan bisa menjadi ruang kreatif—untuk lomba mewarnai, menyanyi, pelatihan keterampilan, bahkan kegiatan ekonomi kreatif. Perpusda siap menambah koleksi buku untuk memperkuat fasilitas literasi di Mororejo,” tambahnya.
Gratis, Edukatif, dan Penuh Kebahagiaan
Meski tidak dipungut biaya, seluruh peserta mendapat makan-minum, buku cerita, puluhan doorprize, games, dan sesi dongeng oleh Bunda Sulastri, juara 3 lomba dongeng tingkat DIY.
Dalam dongengnya, Bunda Sulastri mengangkat tema kepahlawanan. “Pahlawan masa kini bukan hanya yang berperang. Pahlawan adalah siapa saja yang memberi kebaikan bagi banyak orang,” ujarnya lembut.
Ia menyebutkan pahlawan masa kini bisa berupa tenaga medis, guru, relawan bencana, polisi dan TNI, hingga ilmuwan yang menciptakan teknologi bermanfaat. Anak-anak tampak fokus mendengarkan, beberapa mengikuti gerakan tangan sang pendongeng.
Semua Pulang Senang, Tanpa Beban
Kegiatan diakhiri dengan pengumuman pemenang lomba. Namun yang paling indah, baik yang menang maupun yang belum, semuanya pulang dengan senyum lebar. Mereka membawa hadiah, pengalaman, dan semangat baru untuk terus belajar.
Lomba mewarnai ini bukan hanya menambah keseruan Hari Pahlawan, tetapi juga menjadi contoh bagaimana literasi, kreativitas, dan nilai kepahlawanan dapat dihadirkan dalam kegiatan yang dekat dengan dunia anak—berwarna, ceria, dan bermakna.
(Sulistiyono, KIM Seyegan)