Yang saya khawatirkan menjelang musim kemarau ini adalah hama tikus”, kata Purwanto, Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan, Senin, 8 Juni 2026, di padukuhan Karanglo, Pondokrejo, Tempel Sleman. “Perlu disosialisasikan metode menangkap tikus dengan metode TBS (Trapped Barrier System), sehingga andaikata tikus mengganas warga sudah paham caranya”, sambungnya.
TBS adalah sistem perangkap tikus dengan cara mengarahkan tikus masuk ke jebakan dan tidak bisa keluar. Cara ini termasuk efektif, ramah lingkungan, mudah diterapkan oleh petani dan biayanya ringan. Peralatan yang diperlukan adalah terpal panjang selebar lebih kurang satu meter sebagai pengarah tikus. Beberapa perangkap tikus yang bila tikus sudah masuk, tidak bisa keluar. Serta lahan sawah dengan tanaman setengah tua yang disukai tikus sebagai umpan.
Lahan umpan yang sudah terpilih, dikelilingi kain terpal yang tidak bisa dipanjat oleh tikus. Pastikan tidak ada celah untuk jalan masuk tikus. Tetapi pada sisi-sisinya disediakan lubang untuk jalan masuk tikus dan dibalik lubang dipasang perangkap. Tikus yang berusaha masuk akan mengitari terpal, sehingga ketika menemukan lubang dan memasukinya, tikus langsung masuk perangkap dan terjebak, tidak bisa keluar.
Setiap pagi perangkap harus diperiksa dan musnahkan tikus yang terjebak. “Bila gangguan sudah reda peralatan bisa dipindahkan di tempat lain, sampai gangguan reda”, kata Purwanto menutup penjelasannya.
(Gambar dan Pewarta: Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)