Penguatan Peran Rois dan Pemuda Dinilai Penting untuk Menjaga Ketahanan Sosial Masyarakat

  • Sih Budi Daryanto
  • Jun 05, 2026
Keagamaan

SLEMAN — Peran tokoh keagamaan di tingkat akar rumput terus menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat nilai-nilai kemasyarakatan, serta mendampingi warga dalam berbagai persoalan kehidupan. Karena itu, upaya pembinaan dan peningkatan kapasitas para rois atau petugas pelayanan keagamaan di masyarakat dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Pengajian Pembinaan Rois se Kalurahan Margorejo Rutin Jumat Pon yang diselenggarakan pada Kamis (4/6/2026) bertempat di ruang pertemuan Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman.

Kegiatan yang diikuti para rois se Kalurahan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kompetensi keagamaan sekaligus membangun kesiapan mereka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, para peserta mendapatkan materi mengenai tata cara pengurusan jenazah (ngrukti jenazah), termasuk pembahasan tentang penyelesaian utang yang masih menjadi tanggungan seseorang setelah meninggal dunia. 

Materi tersebut dinilai penting karena sering kali dihadapi masyarakat dan membutuhkan pemahaman yang tepat agar pelaksanaannya sesuai dengan tuntunan agama.

Penyuluh Agama dari Kantor Urusan Agama (KUA) Tempel, H. Subagyo, S.Ag., menegaskan bahwa rois memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan di lingkungan masyarakat.

“Rois bukan hanya hadir ketika ada peristiwa kematian, tetapi juga menjadi rujukan masyarakat dalam berbagai persoalan keagamaan. Karena itu, kapasitas dan pemahaman mereka harus terus diperkuat agar mampu memberikan pelayanan yang benar, menenangkan, dan bermanfaat bagi warga,” ujarnya.

Menurut Subagyo, pemahaman mengenai hak dan kewajiban yang berkaitan dengan jenazah, termasuk penyelesaian utang almarhum, menjadi bagian penting dalam edukasi keagamaan masyarakat. Ia berharap para rois dapat menjadi penyambung informasi yang tepat sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam praktik di lapangan.

Selain membahas aspek pelayanan keagamaan, kegiatan tersebut juga mengangkat tema mengenai peran generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat. Topik ini menjadi perhatian karena regenerasi kepemimpinan sosial dan keagamaan dinilai menjadi kebutuhan penting di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat.

Ketua Paguyuban Rois, H. Abdul Aziz, B.A., mengatakan bahwa keterlibatan pemuda dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan harus terus didorong agar nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong tetap terjaga.

“Pemuda memiliki energi, kreativitas, dan semangat yang besar. Mereka perlu diberikan ruang untuk berkontribusi dan mengambil peran nyata di tengah masyarakat. Regenerasi tidak bisa ditunda karena masa depan pelayanan sosial dan keagamaan juga berada di tangan generasi muda,” katanya.

Menurut Abdul Aziz, kolaborasi antara tokoh senior dan generasi muda akan menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi pelayanan masyarakat yang selama ini telah berjalan baik.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula pengukuran seragam bagi anggota paguyuban. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas kelembagaan sekaligus meningkatkan profesionalitas dan kepercayaan diri para rois saat menjalankan tugas pelayanan di tengah masyarakat.

Kegiatan pembinaan semacam ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas tokoh masyarakat tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga menyentuh pembangunan karakter, kepemimpinan, dan regenerasi sosial. 

Di tengah berbagai tantangan kehidupan modern, keberadaan rois yang kompeten serta keterlibatan aktif generasi muda menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan sosial, memperkuat solidaritas warga, dan memastikan nilai-nilai kemanusiaan tetap hidup dalam kehidupan bermasyarakat.(SBD KIM SENYUM TEMPEL)