*Monitoring dan Evaluasi Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) Lokasi Pengembangan Keluarga Sehat Berkualitas di Kalurahan Sumberrejo, Kapanewon Tempel, Sleman*
Tempel ,17 Oktober 2025
Kalurahan Sumberrejo, Kapanewon Tempel, Sleman, menjadi lokasi pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) program Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) sebagai bagian dari pengembangan keluarga sehat berkualitas di Kabupaten Sleman.
Kegiatan ini berlangsung di Balai Kalurahan Sumberrejo pada Jum’at (17/10/2025) dan menjadi wadah evaluasi sekaligus penguatan sinergi lintas sektor.
Monev ini dikawal oleh Pokja IV TP PKK dari tingkat Provinsi DIY, Kabupaten Sleman, Kapanewon Tempel, hingga Kalurahan Sumberrejo, dengan dukungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK), serta Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AP2KB).
Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman atau yang mewakili, Kepala Dinas PMK Sleman atau yang mewakili, dan Kepala Dinas P3AP2KB Sleman atau yang mewakili.
Dari tingkat provinsi, hadir Ketua Bidang IV TP PKK Provinsi DIY, dr. Immi Hikmatin, M.Kes., beserta tim monitoring provinsi.
Hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Pramila Hardo, SE, Ketua Bidang IV TP PKK Kabupaten Sleman, Maya Mariana Susmiarto, SH, Panewu Tempel, Dakiri, S.Sos., M.Si., beserta jajaran Forkopimkap Tempel.
Dari tingkat kapanewon dan kalurahan turut hadir Ketua Bidang IV TP PKK Kapanewon Tempel, Sri Suharni, S.IP., Lurah Kalurahan Sumberrejo, Anjar Purwanto, SE., beserta pamong kalurahan, Ketua TP PKK Kalurahan Sumberrejo, Ika Puji Astuti, S.Sn., dan Kepala Puskesmas Tempel II, dr. Agus Susanto
Dalam sambutannya, Panewu Tempel, Dakiri, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan GKSTTB di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa gerakan ini bukan hanya urusan PKK, tetapi juga bagian penting dari pembangunan manusia yang berkelanjutan di Kapanewon Tempel. “Gerakan keluarga sehat tanggap dan tangguh bencana ini menjadi investasi sosial jangka panjang. Ketika keluarga mampu menjaga kesehatan dan memiliki kesiapsiagaan, maka ketahanan sosial di tingkat kalurahan akan semakin kuat,” tegasnya.
“Kami di tingkat kapanewon terus berkomitmen mendukung setiap langkah PKK, pamong, dan masyarakat dalam memperkuat kapasitas keluarga yang sehat dan berdaya,” lanjutnya.
Lurah Sumberrejo, Anjar Purwanto, SE., menyampaikan apresiasi atas pendampingan berjenjang dari Pokja IV PKK yang terus mengawal kegiatan GKSTTB hingga ke tingkat kalurahan. “Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kerja sama lintas sektor dan lintas tingkatan sangat penting dalam membentuk keluarga sehat yang tanggap dan tangguh menghadapi bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kalurahan Sumberrejo, Ika Puji Astuti, S.Sn., menjelaskan bahwa pelaksanaan GKSTTB di Sumberrejo melibatkan kegiatan nyata seperti pemanfaatan lahan pekarangan, pengelolaan sampah rumah tangga, peningkatan gizi keluarga, dan pelatihan kesiapsiagaan bencana. “Kami ingin memastikan setiap keluarga di Sumberrejo tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga siap dan tangguh menghadapi potensi bencana,” ungkapnya.
Dalam evaluasinya, Ketua Bidang IV TP PKK Provinsi DIY, dr. Immi Hikmatin, M.Kes., memberikan apresiasi atas kesungguhan dan kekompakan PKK Sumberrejo dalam mengintegrasikan program kesehatan dan kesiapsiagaan keluarga. “Sumberrejo telah menunjukkan praktik baik kolaborasi antara kader PKK, pemerintah kalurahan, dan lembaga kesehatan. Hal ini sejalan dengan semangat GKSTTB dalam mewujudkan keluarga sehat berkualitas,” tuturnya.
Senada, Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Pramila Hardo, SE., menekankan pentingnya kesinambungan dan pendampingan rutin antar tingkatan PKK agar hasil yang dicapai semakin kuat dan terukur. “Pokja IV dari kabupaten hingga kalurahan adalah ujung tombak gerakan keluarga sehat ini. Sumberrejo sudah berjalan baik, tinggal memperkuat konsistensi dan dokumentasi capaian,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Bidang IV TP PKK Kabupaten Sleman, Maya Mariana Susmiarto, SH., menambahkan bahwa kegiatan GKSTTB bukan sekadar program seremonial, tetapi gerakan nyata yang mengubah perilaku keluarga menuju kemandirian dan ketangguhan. “Kami berharap kader PKK terus menjadi motor penggerak perubahan di masyarakat, karena ketangguhan keluarga dimulai dari hal-hal sederhana seperti kebersihan, kesehatan, dan kesiapan menghadapi risiko bencana,” tegasnya.
Berdasarkan hasil evaluasi, 86% rumah tangga di Kalurahan Sumberrejo telah memenuhi indikator keluarga sehat, meliputi:
- Akses terhadap air bersih dan sanitasi layak,
- Partisipasi aktif dalam kegiatan posyandu,
- Pengelolaan lingkungan bersih dan bank sampah,
- Edukasi kesiapsiagaan bencana keluarga secara rutin.
Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan penyusunan rencana tindak lanjut guna memperkuat sinergi antar-lembaga dan antar-tingkatan PKK.
Dengan pengawalan berjenjang oleh Pokja IV TP PKK Provinsi DIY hingga Kalurahan, program GKSTTB diharapkan dapat menjadi model inspiratif dalam mewujudkan keluarga Sleman yang sehat, tanggap, dan tangguh bencana, menuju masyarakat yang berdaya, mandiri, dan berketahanan.
(sbd kim tempel)