Muryana, Ketua KIM Senyum Tempel Sleman: “Biarkan Bunga Mekar Bersama”
Sehari-hari, Muryana menjalankan tugas sebagai Dukuh Semawung, Kalurahan Sumberejo, Tempel, Sleman. Pada September 2025 lalu , ia dikukuhkan sebagai Ketua KIM Senyum Kapanewon Tempel. Pengalamannya selama lebih dari 34 tahun melayani masyarakat membuatnya matang dalam memimpin komunitas relawan pewarta dengan latar belakang yang majemuk itu. Dalam waktu singkat, KIM Senyum mulai menunjukkan berbagai inisiatif baru yang kreatif dan berdaya guna.
Penilaian itu disampaikan oleh Agyasta DK, perwakilan Dinas Komdigi Kabupaten Sleman, dalam acara peluncuran “Buletin UMKM Kita” pada 9 Desember 2025 di Pendopo Kapanewon Tempel. Ia menilai KIM Senyum Tempel sebagai salah satu KIM yang lengkap dan aktif di Sleman.
“KIM Tempel ini berkembang di semua lini kesenian, UMKM, penulisan berita baik acara, seremoni hingga fitur. Infrastruktur digitalnya juga bergerak: website, YouTube, Instagram, TikTok, dan kini media cetak melalui buletin,” ujarnya.
Ditemui usai acara, Muryana menjelaskan visi kepemimpinannya dengan kalimat sederhana namun penuh makna: “Filosofinya, biarkan semua bunga mekar bersama.”
“Kami tidak membatasi inisiatif apa pun, selama ada yang siap menjalankannya, dan yang kedua, inisiatif itu memiliki rencana yang matang,” tambahnya.
Ia memahami bahwa setiap rencana membawa risiko, baik risiko keuangan maupun risiko kegagalan. Namun baginya, kegagalan bukan sesuatu yang menakutkan. “Gagal itu hanya keberhasilan yang tertunda,” tuturnya.
Menurutnya, tugas kepemimpinan KIM bukan sekadar mengarahkan, tetapi juga menumbuhkan rasa “handarbeni” atau rasa memiliki yang kuat di antara para relawan. “Jika rasa itu menular, maka setiap program akan menjadi program bersama, bukan program individu.”
Menutup tahun 2025, KIM Senyum Tempel telah menunjukkan berbagai capaian membanggakan: kerja sama yang produktif dengan perguruan tinggi swasta, perolehan Juara II Lomba Video Pertunjukan Rakyat tingkat kabupaten, serta lahirnya para penulis baru dari beragam latar belakang seperti, pemuda, ibu-ibu, hingga warga yang sebelumnya tak pernah menyentuh dunia literasi atau konten digital.
KIM Senyum Tempel kini bukan hanya wadah informasi, tetapi juga ruang tumbuh bagi kreativitas warga, sepenuhnya sejalan dengan filosofi sang ketua: membiarkan semua bunga mekar bersama.
(Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)