Padukuhan Sedogan Pertahankan Zero Stunting: Perkuat Kader Kesehatan Lewat Peningkatan Kapasitas

  • Sih Budi Daryanto
  • Dec 05, 2025
Kesehatan , Sosial Masyarakat

Padukuhan Sedogan Pertahankan Zero Stunting: Perkuat Kader Kesehatan Lewat Peningkatan Kapasitas

Lumbungrejo, 04 Desember 2025 — Upaya mempertahankan status zero stunting di Padukuhan Sedogan terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas kader kesehatan. Bertempat di Aula Kalurahan Lumbungrejo pukul 13.00 WIB, dilaksanakan kegiatan pelatihan bagi Kader Posyandu Balita, Posyandu Lansia, dan Posbindu Penyakit Tidak Menular.

Hadir sebagai narasumber dari Puskesmas Tempel 1, Sartika Pratiwi Fatmaningrum, S.Gz serta Ulfa Rosiana Dewi, AMK. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Lurah Lumbungrejo, M. Misbah Al Hakim, dan Kamituwa Lumbungrejo selaku pelaksana kegiatan.

Program ini merupakan bentuk optimalisasi Dana Desa dan Bantuan Keuangan Khusus Daerah Kabupaten Sleman dalam mendukung penanganan stunting. Selain melalui PMT untuk ibu hamil dan balita, peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan menjadi strategi penting untuk menjaga kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Lurah Lumbungrejo, M. Misbah Al Hakim, menegaskan komitmen pemerintah kalurahan untuk terus mendukung para kader.

“Betapa penting peranan kader sehingga kami terus mengupayakan sarana prasarana dan fasilitas yang menunjang kesejahteraan para kader kesehatan yang ada di Lumbungrejo,” ujarnya.

Misbah juga menambahkan bahwa upaya penurunan stunting dilakukan tidak hanya melalui pelatihan kader, tetapi juga lewat inovasi pangan bergizi.

“Selain kami mendorong penurunan stunting melalui peningkatan skill dan pengetahuan kader kesehatan, kami juga sedang merintis peternakan ayam penghasil telur omega bersama Bumkal Kalurahan Lumbungrejo. Harapannya ke depan, telur ini dapat menjadi penunjang gizi ibu hamil untuk menekan angka stunting,” jelasnya.

Pada sesi materi pertama, Sartika menyampaikan dasar-dasar pelaksanaan Posyandu Balita dan Lansia, pentingnya ketelitian dalam pengukuran serta pencatatan data, sekaligus mempraktikkan teknik pengukuran bersama para kader.

Materi kedua oleh Ulfa Rosiana Dewi, AMK, menekankan pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular melalui kegiatan Posbindu. Ia juga menguraikan langkah-langkah pelaksanaannya dan sasaran pesertanya.

“Yang wajib mengikuti Posbindu adalah orang dewasa berusia di atas 15 tahun,” jelasnya.

Ulfa turut menjelaskan pentingnya kemampuan kader dalam menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) menggunakan rumus berat badan (kg) dibagi tinggi badan dalam meter kuadrat (m²), sebagai bagian dari skrining kesehatan masyarakat.

Pada sesi diskusi, salah satu kader, Sulistyaningsih, menanyakan penyebab angka tidak muncul pada tensimeter saat pengukuran.

Ulfa menjawab,

“Biasanya hal itu terjadi karena tekanan darah orang yang diukur terlalu tinggi, bisa juga terlalu rendah.”

Kegiatan peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi kader kesehatan sehingga layanan posyandu dan posbindu semakin optimal. Langkah ini menjadi strategi penting dalam mempertahankan zero stunting dan mewujudkan masyarakat Lumbungrejo yang lebih sehat.

(Aisyah Putri Wulansari KIM Senyum Tempel)