Pasca Peningkatan Kapasitas, Relawan Lumbungrejo Lakukan Kunjungan Kerja ke FPRB Kemadang Gunungkidul
SLEMAN — Penguatan kapasitas relawan kebencanaan berbasis masyarakat tidak berhenti pada penguasaan teori di ruang pertemuan. Usai mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas relawan di Aula Lantai 2 Kalurahan Lumbungrejo, Minggu (21/12/2025), para relawan kebencanaan Kalurahan Lumbungrejo melanjutkan agenda dengan melakukan kunjungan kerja ke Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul.
Kunjungan kerja tersebut dipimpin langsung oleh Lurah Lumbungrejo M Misbah Al Hakim selaku perwakilan relawan, sebagai bagian dari tindak lanjut penguatan kapasitas yang sebelumnya diberikan oleh BPBD Sleman. Rombongan relawan Lumbungrejo diterima oleh Lurah Kemadang H Sutono, didampingi Jogoboyo, pengurus FPRB Kalurahan Kemadang, serta relawan kebencanaan setempat.
Lurah Lumbungrejo M Misbah Al Hakim menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan memperluas wawasan sekaligus memperkuat jejaring antarkomunitas relawan kebencanaan. Menurutnya, pembelajaran lapangan menjadi bagian penting setelah relawan mendapatkan materi mitigasi dan perencanaan penanggulangan bencana di tingkat kalurahan.
“Setelah peningkatan kapasitas di aula kalurahan, kami ingin melihat langsung praktik pengurangan risiko bencana yang sudah berjalan di wilayah lain. FPRB Kemadang kami nilai memiliki pengalaman yang dapat menjadi rujukan untuk penguatan kesiapsiagaan di Lumbungrejo,” ujar Misbah.
Dalam pertemuan tersebut, pengurus FPRB Kemadang memaparkan berbagai praktik baik yang selama ini dijalankan. Mulai dari penguatan kelembagaan relawan, pemetaan wilayah rawan bencana, penyusunan jalur dan titik evakuasi, hingga pelibatan aktif masyarakat dalam edukasi dan simulasi kebencanaan. Pendekatan berbasis partisipasi warga dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan FPRB dalam membangun kesiapsiagaan kolektif di tingkat kalurahan.
Wilayah Kemadang yang berada di kawasan pesisir selatan Gunungkidul memiliki karakteristik kerawanan bencana yang berbeda dengan wilayah Sleman. Potensi ancaman gempa bumi, gelombang tinggi, dan tsunami menjadikan kesiapsiagaan masyarakat sebagai kebutuhan utama. Kondisi tersebut mendorong FPRB Kemadang untuk secara rutin melakukan sosialisasi, latihan evakuasi, serta memperkuat sistem komunikasi kebencanaan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat
Lurah Kemadang H Sutono menyambut baik kunjungan kerja relawan Lumbungrejo dan menilai kegiatan tersebut sebagai langkah strategis dalam membangun ketangguhan wilayah lintas daerah. “Bencana tidak mengenal batas administrasi. Oleh karena itu, belajar dan berbagi pengalaman antarwilayah sangat penting agar masyarakat semakin siap dan tidak panik ketika menghadapi situasi darurat,” kata Sutono.
Ia menambahkan bahwa keberadaan FPRB di tingkat kalurahan menjadi penghubung antara pemerintah kalurahan dan masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana. “Relawan adalah ujung tombak. Mereka yang pertama bergerak saat terjadi bencana sekaligus menjadi agen edukasi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas dan kunjungan kerja ini, relawan Lumbungrejo berharap dapat membawa pulang pembelajaran praktis untuk diterapkan di wilayahnya. Sinergi antarkalurahan dan jejaring relawan lintas daerah dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh, sigap, dan mandiri dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
(SBD | KIM Senyum Tempel)