Pemantapan Program Kampung Zakat Lumbungrejo: Kolaborasi untuk Pengentasan Kemiskinan

  • Sih Budi Daryanto
  • Oct 27, 2025
Sosial Masyarakat

Pemantapan Program Kampung Zakat Lumbungrejo: Kolaborasi untuk Pengentasan Kemiskinan

Sleman, 24 Oktober 2025 — Bertempat di Rumah Dukuh Lodoyong, dilaksanakan kegiatan Pemantapan Program Kampung Zakat Lumbungrejo. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo , Program Kampung Zakat Kementrian Agama Kabupaten Sleman dengan berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) dalam upaya pengentasan kemiskinan di masyarakat.

Program ini memiliki tujuan besar, yaitu mengubah status masyarakat dari mustahiq (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat), sekaligus menepis praktik bank plecit yang selama ini kerap menjerat perekonomian warga. Melalui sinergi zakat yang produktif, diharapkan tercipta kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Plt. Kasie Zakat dan Wakaf (Zawa), perwakilan dari Lembaga Amil Zakat Nasional dan Daerah . Hadir dalam kegiatan tersebut berbagai lembaga zakat seperti (LAZISMU, LAZISNU, LAZ Lumbung Zakat, LAZ Taruna, LAZ Unisia, LAZ MKU, LAZ Asar Humaniti, dan LAZ Pundi Syurga), yang berbagi gagasan dan komitmen dalam memperkuat program pemberdayaan berbasis potensi lokal.), Lurah Lumbungrejo, Panewu Tempel, Ulu-ulu, KUA Tempel, pelaku UMKM, serta pengurus Kampung Zakat Lumbungrejo dan tamu undangan dari lingkungan setempat.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa Kampung Zakat merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama dalam menguatkan kesadaran berzakat sebagai bagian dari upaya menuju kesejahteraan umat.

“Kampung Zakat ini program prioritas Kemenag. Indonesia punya visi Indonesia Emas 2045. Dengan ini, harapannya penguatan kesadaran masyarakat untuk berzakat semakin tumbuh, demi kesejahteraan masyarakat Sleman lahir dan batin. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi,” ungkap Nadhif.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa) Kemenag Sleman sebagai upaya memperkuat sinergi lintas lembaga, menentukan sektor prioritas pemberdayaan, serta menyusun langkah tindak lanjut keberlanjutan program Kampung Zakat tahun 2025.

Plt. Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Sleman Dr. Ali Afandi, M.Ag. menyampaikan bahwa koordinasi ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam pemberdayaan umat.

“Kemenag hadir bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga motor penggerak kolaborasi. Melalui Kampung Zakat, kita ingin memastikan dana umat benar-benar berdaya guna dan memberi dampak sosial ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Lurah Lumbungrejo menyampaikan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan berbagai lembaga zakat (LAZIS, LAZ, dan BAZ) dalam menguatkan Program Kampung Zakat di wilayahnya. Fokus utama diarahkan pada pemberdayaan UMKM dan pengentasan kemiskinan melalui berbagai program nyata yang mencakup bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, dakwah, serta moderasi beragama.

M. Misbah Alhakim juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemenag Sleman dalam penguatan program yang sejalan dengan kebutuhan warganya.

“Kami berharap masyarakat bisa meningkatkan taraf ekonomi melalui pendampingan, sehingga mampu mengentaskan kemiskinan di kampung ini. Lumbungrejo memiliki letak strategis dan banyak UMKM, hanya saja masih diperlukan pendampingan. Semoga program ini membawa manfaat bagi masyarakat kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kampung Zakat Lodoyong M. Salim, S.Ag., M.Pd. menilai koordinasi ini menjadi momen penting untuk menyatukan arah dan strategi bersama.

“Kami berterima kasih kepada Kemenag Sleman dan para mitra LAZ yang terus mendampingi kami. Sinergi dan gotong royong inilah kunci keberhasilan pemberdayaan masyarakat,” ujar Salim

Melalui langkah ini, Kampung Zakat Lumbungrejo diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis zakat yang mampu menciptakan perubahan nyata — dari masyarakat yang terbantu menjadi masyarakat yang berdaya, serta menjadi inspirasi bagi kampung-kampung zakat lainnya di Kabupaten Sleman.

(Aisyah Putri Wulansari - KIM Senyum Tempel)