Pembinaan Statistik Sektoral 2025 Dorong Implementasi Satu Data Indonesia di Tempel

  • Sih Budi Daryanto
  • Oct 16, 2025
Pemerintahan

Pembinaan Statistik Sektoral 2025 Dorong Implementasi Satu Data Indonesia di Tempel

Tempel, 16 Oktober 2025

Pemerintah Kalurahan Margorejo bekerja sama dengan Kabupaten Sleman melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Sleman menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Statistik Sektoral (PSS) Tahun 2025 di Balai Pertemuan Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, pada Rabu (16/10). Hadir dalam kegiatan ini Lurah Margorejo yang diwakili oleh Carik Aryanto Wibowo SH CPLA, Kepala seksi data statistik Kominfo Sleman, Emmy Wulan A, S.Sos,MA,MSe, dan dari BPS Sleman, Istiqomah Titin Rahmawati,SE, Irfan Jaya Saputra,SE,Msc, dan Karima Damayanti.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat penerapan Satu Data Indonesia (SDI) di tingkat kalurahan agar pengelolaan data menjadi lebih akurat, terstandar, dan mudah diintegrasikan antarinstansi pemerintah.

Kepala Seksi Data dan Statistik Dinas Kominfo Sleman, Emmy Wulan A., S.Sos., M.A., M.Se., dalam pemaparannya menegaskan pentingnya sinergi antar lembaga dalam membangun ekosistem data yang kuat dan berkelanjutan. “Satu Data Indonesia bukan hanya kewajiban administratif, tetapi kebutuhan strategis agar setiap keputusan pembangunan berbasis pada data yang sahih dan mutakhir. Kominfo Sleman berkomitmen mendampingi setiap kalurahan, termasuk Margorejo, untuk memperkuat tata kelola datanya,” jelasnya.

Menurut Emmy, pembinaan ini akan terus dilanjutkan melalui pendampingan teknis dan pelatihan rutin bagi operator data di tingkat kalurahan.

Dari pihak BPS Sleman, Karima Damayanti menyampaikan pentingnya penerapan empat prinsip utama Satu Data Indonesia, yakni standar data, metadata, kode referensi, dan interoperabilitas. “Dengan empat prinsip itu, data akan memiliki makna yang sama di setiap instansi dan mencegah tumpang tindih informasi,” terangnya.

Sementara itu, Irfan Jaya Saputra, S.E., M.Sc., menambahkan bahwa data harus selalu diperbarui agar relevan dan menjadi dasar kebijakan publik yang tepat sasaran.“Data bukan sekadar angka di tabel. Ia harus terus diverifikasi agar tetap hidup dan bermakna,” ujarnya.

Narasumber lainnya, Istiqomah Titin Rahmawati, S.E., menyoroti pentingnya metadata dalam pendataan sosial dan ekonomi di wilayah Kapanewon Tempel. “Metadata menjadi kunci untuk memahami konteks di balik angka. Melalui metadata yang lengkap, kita tahu dari mana data berasal, kapan diperbarui, serta bagaimana metode pengumpulannya. Hal ini sangat penting terutama dalam pendataan sosial dan ekonomi masyarakat di tingkat kalurahan,” jelas Isti.

Ia juga menekankan bahwa membangun budaya data dimulai dari hal sederhana. “Budaya data dimulai dari kebiasaan mencatat dengan benar, menyimpan secara rapi, dan berbagi data sesuai prosedur. Jika ini dijaga, sistem statistik sektoral akan terbentuk dengan sendirinya,” tambahnya.

Mewakili Lurah Margorejo, Carik Aryanto Wibowo, S.H., CPLA, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami siap menata ulang basis data kalurahan, memperkuat validasi lapangan, dan memastikan setiap data yang masuk benar-benar akurat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Kalurahan Margorejo berkomitmen menjadi contoh penerapan sistem data sektoral yang terintegrasi di wilayah Kapanewon Tempel.

"Melalui kegiatan pembinaan ini, seluruh kalurahan di Kapanewon Tempel diharapkan dapat mengimplementasikan prinsip Satu Data Indonesia secara konsisten. Data yang valid dan terstandar akan menjadi dasar perencanaan pembangunan yang lebih transparan dan tepat sasaran," tambah nya.

Kegiatan diakhiri dengan pesan inspiratif dari para narasumber:“Pembangunan manusia bukan hanya soal angka, melainkan refleksi makna dan cermin realita tentang hidup yang lebih sejahtera dan bahagia — statistics for humanities.”

(sbd kim tempel)