Pemkal Mororejo Imbau Warga Jaga Ketertiban Ramadan, Hindari Petasan Berbahaya

  • Sih Budi Daryanto
  • Mar 07, 2026
Sosial Masyarakat , Keagamaan , Keamanan

Pemkal Mororejo Imbau Warga Jaga Ketertiban Ramadan, Hindari Petasan Berbahaya

SLEMAN — Pemerintah kalurahan memiliki peran penting dalam menjaga ketenteraman masyarakat, terutama pada momentum keagamaan yang melibatkan banyak aktivitas sosial. Dalam rangka menjaga suasana Ramadan tetap aman dan kondusif, Pemerintah Kalurahan Mororejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, salah satunya dengan tidak menyalakan petasan atau mercon.

Imbauan tersebut disampaikan Lurah Mororejo, Jaka Ristanta, dalam kegiatan Safari Tarawih Keliling Ramadan 1447 H/2026 M yang digelar di Masjid Hidayatul Muttaqin Karanggawang, Jumat malam (6/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kalurahan memperkuat komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus mengajak warga menjaga ketertiban selama bulan suci.

Menurut Jaka, tradisi menyalakan petasan kerap menimbulkan risiko keselamatan, terutama bagi anak-anak dan remaja. Selain berbahaya, ia mengingatkan bahwa korban kecelakaan akibat ledakan petasan tidak termasuk dalam pembiayaan jaminan kesehatan.

“Imbauan ini terutama untuk anak-anak agar tidak menyalakan mercon. Jika sampai terjadi ledakan dan menimbulkan korban, biaya pengobatan tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Kami berharap hal tersebut tidak terjadi, khususnya di wilayah Mororejo,” ujar Jaka.

Ia menegaskan bahwa terciptanya lingkungan yang aman tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Orang tua, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen warga diharapkan dapat saling mengingatkan dan mengawasi aktivitas anak-anak, sehingga suasana Ramadan dapat berlangsung dengan penuh ketenangan hingga Hari Raya Idul Fitri.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Ramadan adalah momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kalurahan Mororejo juga menyerahkan bantuan kepada takmir masjid sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan di tingkat masyarakat. Bantuan senilai Rp2,5 juta diterima langsung oleh Ketua Takmir, Sri Wijoko.

Safari Tarawih yang telah memasuki putaran keenam ini turut menjadi ajang apresiasi bagi pengurus masjid yang aktif menyelenggarakan kegiatan keagamaan selama Ramadan. Kegiatan dihadiri perangkat kalurahan, lembaga kemasyarakatan, aparat keamanan, serta ratusan jamaah dari berbagai unsur masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan salat Isya berjamaah, dilanjutkan salat Tarawih, dan ditutup dengan tausiah yang disampaikan oleh Muhammad Fauzi. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat akhlak, menjaga ketenteraman, dan membangun harmoni di tengah kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan safari Ramadan seperti ini dinilai tidak hanya mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan dan tanggung jawab sosial dalam menjaga lingkungan yang aman, tertib, dan religius. (SBD KIM SENYUM TEMPEL)