Pendampingan Statistik Sektoral di Margorejo Dorong Penguatan Data untuk Perencanaan Pembangunan
SLEMAN — Upaya meningkatkan kualitas data pembangunan di tingkat kalurahan kembali ditegaskan dalam kegiatan Pendampingan dan Pembinaan Statistik Sektoral yang digelar di ruang pertemuan Kalurahan Margorejo, Tempel, Sleman, pada Kamis (27/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sleman yakni Irvan Jaya Saputra, Sri Tantri Sintia Indrawati, dan Iva Nur Khalimah. Acara diikuti oleh para kasi, kaur, staf kalurahan, serta pendamping sosial.
Dalam sambutan pembuka, Lurah Margorejo yang diwakili oleh Carik Aryanto Wibowo, SH CPLA, menegaskan pentingnya data yang akurat untuk mendukung pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
“Data yang valid bukan hanya angka, tetapi fondasi keputusan. Dengan pembinaan ini, kami berharap seluruh perangkat kalurahan mampu memperkuat tata kelola data sehingga setiap program dan anggaran lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Narasumber dari BPS Sleman memaparkan berbagai materi terkait pemahaman statistik sektoral, perbaikan sistem pengelolaan data, serta pentingnya konsistensi pelaporan administrasi pemerintahan desa.
Irvan Jaya Saputra dari BPS Sleman menekankan bahwa kalurahan merupakan garda terdepan penyedia data dasar.
“Statistik sektoral hanya bisa kuat apabila mulai dibangun dari level paling bawah. Kalurahan adalah produsen data yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, sehingga perbaikan kualitasnya sangat menentukan,” jelas Irvan.
Sementara itu, Sri Tantri Sintia Indrawati menekankan pentingnya verifikasi dan validasi data sebelum dirilis atau digunakan dalam perencanaan.
“Proses verval itu wajib, karena kesalahan sekecil apa pun dapat memengaruhi hasil analisis. Kita ingin Margorejo memiliki data yang bersih, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan,” terangnya.
Narasumber ketiga, Iva Nur Khalimah, memberikan penguatan teknis terkait manajemen data serta pelaporan berbasis sistem.
“Kalurahan perlu membangun budaya data; mulai dari pencatatan, penyimpanan, hingga pemanfaatannya untuk menyusun program. Dengan budaya data, pelayanan publik akan semakin efektif,” ujarnya.
Para peserta yang terdiri dari kasi, kaur, staf, dan pendamping sosial mengikuti sesi pemaparan dan diskusi dengan antusias. Mereka menyampaikan sejumlah pertanyaan terkait teknis pengelolaan statistik sektoral, integrasi data kependudukan, serta pemutakhiran layanan berbasis administrasi digital.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong Kalurahan Margorejo untuk semakin siap dalam menghadapi tuntutan penyediaan data akurat guna mendukung penyusunan perencanaan pembangunan yang lebih presisi.
Dengan pendampingan dari BPS Sleman, Margorejo menargetkan peningkatan kualitas statistik sektoral untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, efektif, dan berbasis data.
(sbd kim senyum tempel)