Pengukuhan Pengurus Paguyuban Panatacara Yogyakarta Sleman, Peran Penjaga Tata Adat Diperkuat
SLEMAN — Komitmen pelestarian tata adat dan budaya Jawa ditegaskan melalui pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Paguyuban Panatacara Yogyakarta (PPY) Kabupaten Sleman di Pendapa Parasamya, kompleks Sekretariat Daerah Sleman, Selasa malam (27/1). Momentum ini menandai penguatan peran panatacara sebagai penjaga nilai, bahasa, dan etika budaya dalam kehidupan masyarakat.
Kegiatan berlangsung khidmat dengan seluruh peserta mengenakan busana adat Mataraman, mempertegas identitas kultural organisasi. Pendapa Parasamya dipilih sebagai lokasi acara yang mencerminkan bahwa tradisi dan tata krama budaya tetap memiliki tempat terhormat di ruang publik pemerintahan.
Ketua DPD PPY Sleman yang dikukuhkan, Ki Agus Wiranto, menegaskan panatacara bukan sekadar pembawa acara, melainkan figur yang memikul tanggung jawab menjaga keluhuran tradisi Jawa. “Panatacara berperan menjaga tata bahasa, alur prosesi, hingga sikap dalam setiap upacara adat. Di tengah perubahan zaman, tugas kami memastikan nilai-nilai itu tetap hidup dan dipahami lintas generasi,” ujarnya.
Ia menambahkan kepengurusan baru akan mendorong kaderisasi, pelatihan, serta pendokumentasian tata upacara adat agar tetap relevan dengan perkembangan masyarakat modern tanpa meninggalkan pakem budaya.
Sambutan Bupati Sleman Harda Kiswaya yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Drs. Susmiarto, MM menegaskan pentingnya panatacara sebagai penjaga marwah budaya Jawa.
“Pelestarian budaya tidak cukup hanya pada tataran simbolik, tetapi harus diwujudkan dalam praktik nyata di tengah masyarakat. Panatacara memiliki peran strategis sebagai penjaga tata nilai, etika, dan kearifan lokal yang menjadi identitas daerah,” demikian kutipan sambutan Bupati.
Dalam sambutan itu juga ditegaskan bahwa sinergi antara komunitas budaya dan pemerintah sangat diperlukan, serta regenerasi menjadi kunci keberlanjutan tradisi.
“Ketika generasi muda mau belajar, terlibat, dan bangga pada budayanya sendiri, di situlah masa depan kebudayaan daerah akan tetap kokoh,” lanjut sambutan tersebut.
Pengukuhan ini sekaligus menetapkan susunan pengurus DPD PPY Sleman periode 2026–2030. Pembina: Bupati Sleman; Wakil Bupati Sleman; Kepala Dinas Kebudayaan; Kepala Dinas Pendidikan; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga; Kepala Dinas PMK; Prof. Dr. Suwarno, M.Pd; Teguh Subroto, BA; Dr. Abeje, M.Pd; Jack Haryanto, SE, MM
Penasehat Bidang Orkum: Drs. S. Prigel S.; KMT Suryoyudana; KMT Joyo Nuryanto.
Penasehat Bidang SDM/Diklat: Faizal Noor Singgih, STP; Jumiran HP; Drs. Agus Istiadi, M.Pd.
Penasehat Bidang Humas dan Sarpras: Ir. Budi Sutowiyoso; Sugiman; Tri Joko Saptono.
Pengurus Harian: Ketua Agus Wiranto; Wakil Ketua Orkum Tri Sarjuli; Wakil Ketua SDM/Diklat Yuana Agus Dirgantara, M.Pd; Wakil Ketua Humas/Sarpras Puryanto; Sekretaris Rizal Havid Alkindi; Wakil Sekretaris Sugeng Wahyono; Bendahara Subari; Wakil Bendahara Yani Setyawati.
Seksi Orkum: Koes Martono; Alip Harsetyo; Nur Hidayat Lathif.
Seksi SDM/Diklat: Erwin Rizki Nur Rofiq, S.Stat.; Slamet Mulyadi; Tri Budi Nugroho.
Seksi Humas/Sarpras: Sugiono; R. Putra Sukaca; Fahmi Hardiyanta.
Dengan kepengurusan baru ini, PPY Sleman diharapkan semakin profesional menjaga pakem tata adat sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman. Pengukuhan ini menegaskan budaya bukan sekadar simbol seremonial, melainkan pedoman nilai dalam kehidupan masyarakat.
(SBD KIM SENYUM TEMPEL)