Penyaluran JSLU di Kapanewon Tempel Dimulai 12–14 Desember 2025 Menjangkau 182 Lansia di 15 Waluyo
SLEMAN — Penyaluran Program Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) di wilayah Kapanewon Tempel resmi dimulai pada Jumat (12/12/2025) dan akan berlangsung hingga Minggu (14/12/2025). Sebanyak 182 lansia penerima manfaat dijadwalkan menerima bantuan melalui 15 Waluyo (Warung Lanjut Usia Yogyakarta) yang tersebar di delapan kalurahan di Tempel. JSLU merupakan program Pemda DIY untuk pemenuhan kebutuhan dasar lansia miskin, dengan sistem pembelanjaan langsung di warung UMKM lokal yang menjadi mitra penyalur. Skema ini dinilai efektif membantu lansia sekaligus menggerakkan ekonomi padukuhan.
Sebaran Waluyo di Tempel berada di berbagai titik, mulai dari Kalurahan Merdikorejo yang memiliki Waluyo di Padukuhan Kembang dan Soka Martani; Kalurahan Margorejo di Kemiri dan Ngabean; serta Kalurahan Lumbungrejo di Panggung. Di Kalurahan Mororejo, Waluyo berada di Duren Sawit dan Rebobong Lor, sementara di Kalurahan Pondokrejo tersebar di Jlopo, Dukuh, dan Glagahombo. Waluyo lainnya berada di Nglengkong Lor (Sumberejo), Bandung Wetan dan Semampir (Tambakrejo), serta di Nglengis dan Senoboyo (Banyurejo).
Penyaluran perdana pada Jumat (12/12) berlangsung di delapan titik Waluyo: Kembang, Jlopo, Glagahombo, Dukuh, Rebobong Lor, Nglengkong Lor, Semampir, dan Nglengis. TKSK Kapanewon Tempel, M. Arif Yasfani, menyampaikan bahwa hari pertama berjalan tertib dan lancar. “Monitoring kami lakukan langsung di lapangan untuk memastikan setiap lansia menerima haknya. Mekanisme Waluyo terbukti sangat memudahkan, karena lansia dapat langsung membelanjakan kebutuhan pokok di warung sekitar rumah mereka,” ujarnya. Arif menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan hingga seluruh rangkaian penyaluran selesai. “Kami memastikan tidak ada penerima yang terlewat. Koordinasi dengan para pemilik Waluyo sudah kami lakukan sejak awal agar proses penyaluran berjalan transparan dan tepat sasaran,” tambahnya.
Pendamping JSLU, Darsono, juga mengapresiasi kesiapan warung-warung yang menjadi mitra. “Pemilik Waluyo sudah menyiapkan seluruh kebutuhan pokok yang ditetapkan Dinas Sosial DIY. Lansia tinggal memilih sesuai kebutuhan masing-masing, jadi prosesnya sangat membantu mereka,” tuturnya. Ia menyebut bahwa keberadaan Waluyo di setiap padukuhan membuat program ini lebih ramah terhadap kondisi para lansia. “Mayoritas lanjut usia memiliki keterbatasan mobilitas. Karena lokasi Waluyo dekat, mereka tidak perlu pergi jauh sehingga lebih nyaman dan aman,” jelasnya.
Untuk penyaluran hari kedua pada Sabtu (13/12), Darsono menjelaskan bahwa pelaksanaan akan dilakukan di enam titik Waluyo, yaitu Ngabean, Bandung Wetan, Senoboyo, Panggung, Duren Sawit, dan Kemiri. Dari seluruh lokasi tersebut, satu titik tidak dilakukan monitoring langsung. “Untuk Waluyo Panggung, tidak kami monitoring karena lokasi tersebut sudah sering kami dampingi dan prosesnya sudah sangat tertib. Titik lainnya tetap kami pantau agar pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya. Penyaluran akan ditutup pada Minggu (14/12/2025) di satu lokasi terakhir, yaitu Waluyo Soka Martani, Kalurahan Merdikorejo.
(SBD – KIM Senyum Tempel)