PKK Dorong Pemberdayaan Perempuan Lewat Pelatihan Kuliner Tradisional

  • Sih Budi Daryanto
  • May 12, 2026
Sosial Masyarakat

PKK Dorong Pemberdayaan Perempuan Lewat Pelatihan Kuliner Tradisional

SLEMAN — Upaya memperkuat keterampilan dan kemandirian ekonomi keluarga terus dilakukan melalui gerakan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya tampak dalam kegiatan pelatihan keterampilan yang digelar Tim Penggerak PKK Kalurahan Margorejo melalui Pokja II, Selasa (12/5/2026), di ruang pertemuan Kalurahan Margorejo, Tempel, Sleman.

Pelatihan tersebut mengangkat materi pembuatan Semar Mendem, salah satu kuliner tradisional khas Jawa yang masih memiliki daya tarik tinggi di tengah perkembangan makanan modern. Kegiatan diikuti para kader PKK dan warga dengan antusias sebagai bagian dari penguatan keterampilan rumah tangga produktif.

Ketua TP PKK Kalurahan Margorejo, Maryana Abdul Aziz, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan keterampilan tidak hanya bertujuan menjaga warisan kuliner tradisional, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi keluarga.“Melalui pelatihan seperti ini, kami ingin ibu-ibu memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi usaha rumahan. Selain melestarikan makanan tradisional, ini juga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, gerakan PKK saat ini tidak lagi hanya berfokus pada kegiatan sosial, tetapi juga diarahkan pada penguatan kapasitas perempuan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, narasumber pelatihan, Sumiyati Seno dari Tegal Domban, memberikan materi praktik langsung mulai dari pemilihan bahan, teknik pengolahan, hingga penyajian Semar Mendem yang menarik dan memiliki nilai jual.

Ia menilai kuliner tradisional masih memiliki pasar yang kuat apabila dikemas secara kreatif dan higienis. “Makanan tradisional sebenarnya sangat diminati. Tinggal bagaimana kita menjaga kualitas rasa, kebersihan, dan tampilannya agar mampu bersaing,” katanya di hadapan peserta.

Dalam pelatihan tersebut, peserta tampak aktif mengikuti setiap tahapan pembuatan, mulai dari proses memasak hingga teknik membungkus makanan agar terlihat lebih menarik. Suasana pelatihan berlangsung hangat dan interaktif, mencerminkan semangat kolaborasi antaranggota PKK dalam membangun keterampilan bersama.

Kegiatan semacam ini dinilai penting di tengah tantangan ekonomi keluarga yang semakin dinamis. Selain menjadi sarana peningkatan kemampuan, pelatihan berbasis keterampilan juga mampu memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.

Melalui pendekatan pemberdayaan yang sederhana namun berkelanjutan, PKK di berbagai daerah terus menunjukkan kontribusinya dalam membangun masyarakat yang mandiri, kreatif, dan produktif berbasis potensi lokal.(SBD KIM SENYUM TEMPEL)