Survey Mawas Diri di Margorejo Perkuat Peran Kader dalam Pemetaan Masalah Kesehatan Masyarakat

  • Sih Budi Daryanto
  • Jul 18, 2026
Kesehatan

SLEMAN – Ketersediaan data kesehatan yang akurat menjadi salah satu fondasi penting dalam menyusun program kesehatan yang tepat sasaran. Untuk mendukung hal tersebut, Puskesmas Tempel I menggelar kegiatan Survey Mawas Diri (SMD) di Ruang Pertemuan Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan ini dihadiri kader kesehatan dari seluruh padukuhan se-Kalurahan Margorejo. Mereka dibekali pemahaman mengenai mekanisme pelaksanaan SMD sekaligus dipersiapkan menjadi ujung tombak dalam menghimpun data kesehatan masyarakat di tingkat keluarga.

Materi utama disampaikan oleh Bidan Desa Puskesmas Tempel I, Farida Nurul Aini. Dalam paparannya, ia menjelaskan teknis pelaksanaan Survey Mawas Diri beserta tata cara pengisian instrumen survei berbasis digital. Menurutnya, SMD merupakan langkah awal untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi kesehatan masyarakat sehingga program kesehatan dapat disusun berdasarkan kebutuhan di lapangan.

"Data yang diperoleh melalui Survey Mawas Diri akan menjadi dasar dalam menentukan prioritas masalah kesehatan. Karena itu, ketelitian kader dalam mendampingi masyarakat saat pengisian survei sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan," ujar Farida Nurul Aini.

Farida menambahkan, pelaksanaan SMD di Kalurahan Margorejo menargetkan minimal 365 kepala keluarga (KK) sebagai responden. Target tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang representatif mengenai kondisi kesehatan masyarakat di seluruh wilayah kalurahan.

Ia menjelaskan, survei mencakup berbagai indikator kesehatan, di antaranya keikutsertaan kelas ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri, kebiasaan tidak merokok di dalam rumah, pemantauan pertumbuhan balita, aktivitas fisik, penggunaan keluarga berencana, perilaku berobat penderita penyakit tidak menular, hingga pengelolaan sampah rumah tangga.

Sementara itu, Penanggung Jawab Pelayanan Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Tempel I, Fuad Masykuri, SKM, memberikan penguatan mengenai pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya preventif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

"Perilaku Hidup Bersih dan Sehat harus menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika masyarakat menerapkannya secara konsisten, risiko berbagai penyakit dapat ditekan dan kualitas hidup akan semakin meningkat," kata Fuad.

Melalui kegiatan ini, para kader kesehatan didorong aktif mengedukasi masyarakat sekaligus mendampingi proses pengumpulan data hingga batas waktu yang telah ditetapkan. Pendekatan berbasis partisipasi masyarakat melalui Survey Mawas Diri diharapkan mampu menghasilkan data yang valid sebagai landasan penyusunan program kesehatan yang lebih efektif dan berkelanjutan.(SBD)