SLEMAN – Memasuki usia lanjut tidak berarti berhenti berkontribusi bagi keluarga maupun masyarakat. Justru, masa lansia menjadi fase penting untuk tetap menjaga kesehatan, memperkuat hubungan sosial, serta mempertahankan semangat hidup agar kualitas hidup tetap terjaga.
Pesan tersebut disampaikan Kamituwo Kalurahan Margorejo, Anwar Ihsani, saat memberikan materi dalam kegiatan Kelas Lansia bertema Lansia Sehat dan Mandiri yang diselenggarakan Pokja I PKK Kalurahan Margorejo di Ruang Pertemuan Kalurahan Margorejo, Sabtu (18/7).
Dalam materinya, Anwar menekankan bahwa meningkatnya angka harapan hidup di Indonesia harus diimbangi dengan upaya menciptakan lansia yang sehat, mandiri, dan tetap memiliki peran di tengah masyarakat. Menurutnya, keluarga dan lingkungan memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan suasana yang membuat lansia tetap merasa dibutuhkan dan dihargai.
"Menjadi lansia bukan berarti menjadi beban. Pengalaman hidup yang dimiliki merupakan modal berharga untuk tetap berkontribusi bagi keluarga maupun masyarakat. Yang terpenting adalah menjaga kesehatan, mempererat silaturahmi, dan tetap aktif dalam berbagai kegiatan," ujar Anwar Ihsani.
Ia menjelaskan, aktivitas sosial yang rutin mampu membantu lansia menjaga kesehatan fisik sekaligus mental. Kegiatan di lingkungan masyarakat, kelompok keagamaan, maupun komunitas lansia dapat menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman, memperluas pergaulan, dan mengurangi risiko kesepian yang kerap dialami pada usia lanjut.
Anwar juga mengingatkan pentingnya membangun pola hidup sehat sejak dini dengan menjaga pola makan, rutin berolahraga sesuai kemampuan, beristirahat cukup, serta memeriksakan kesehatan secara berkala. Langkah-langkah sederhana tersebut dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup sekaligus mencegah munculnya berbagai penyakit degeneratif.
Menurutnya, perhatian terhadap lansia tidak cukup hanya melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga dengan menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah terhadap kebutuhan mereka. Lansia perlu diberikan kesempatan untuk tetap berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial sehingga tetap memiliki rasa percaya diri dan semangat menjalani kehidupan.
"Ketika lansia merasa dihargai, dilibatkan, dan memiliki ruang untuk beraktivitas, mereka akan lebih optimistis dalam menjalani hari-harinya. Itulah yang perlu dibangun bersama oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah," kata Anwar.
Ia berharap kegiatan edukasi seperti Kelas Lansia dapat menjadi sarana meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa proses menua merupakan bagian dari siklus kehidupan yang harus dipersiapkan dengan baik. Dengan dukungan keluarga, lingkungan yang peduli, serta semangat untuk terus aktif, para lansia dapat menjalani masa tuanya secara sehat, mandiri, produktif, dan tetap memberikan inspirasi bagi generasi di sekitarnya. (SBD)