Pondok Pesantren Baitul Qowwam Gelar Pembekalan Perpulangan Santri, Tekankan Keberlanjutan Amal dan Akhlak
SLEMAN — Pondok Pesantren Baitul Qowwam Plumbon, Kalurahan Mororejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, menggelar kegiatan pembekalan perpulangan santri dan santriwati menjelang masa liburan semester pada Sabtu (20/12/2025). Kegiatan ini diikuti 52 santri bersama pengurus pondok serta orang tua wali, dan berlangsung di Aula Panti Asuhan Pondok Pesantren Baitul Qowwam.
Kegiatan pembekalan ini menjadi bagian dari upaya pondok pesantren memastikan proses pendidikan karakter dan pembiasaan amal saleh yang telah dibangun selama satu semester tetap berlanjut saat santri kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Acara diawali dengan pembukaan yang dipandu Ustadz Muhtarom, dilanjutkan sambutan pimpinan pondok pesantren yang diwakili oleh Ustadz Wahono. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa masa perpulangan santri bukanlah akhir dari proses pendidikan, melainkan fase penting untuk menguji konsistensi nilai-nilai yang telah ditanamkan di pesantren.
“Perpulangan santri bukan berarti berhentinya proses pendidikan. Justru di sinilah sinergi antara pengurus pondok, orang tua, dan santri diuji untuk menjaga kebiasaan baik yang telah dibangun selama di pondok,” ujar Ustadz Wahono.
Ia juga mengajak orang tua untuk berperan aktif dalam mendampingi anak-anak selama masa liburan agar tetap menjaga ibadah, kedisiplinan, serta akhlak yang menjadi ciri utama pendidikan pesantren.
Agenda selanjutnya diisi dengan pemaparan laporan kegiatan santri selama satu semester oleh Ustadz Aris Eko. Dalam laporannya, ia menyampaikan evaluasi program pembinaan santri, capaian kegiatan pendidikan dan keagamaan, serta penjelasan teknis terkait masa libur santri.
Menurutnya, jadwal libur santri Pondok Pesantren Baitul Qowwam telah disesuaikan dengan edaran dan kalender pendidikan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, sehingga dapat menjadi acuan bersama bagi pengurus dan orang tua wali.
“Kami berharap orang tua dapat mendukung masa libur ini dengan tetap menjaga ritme kegiatan positif santri di rumah, sehingga tidak terjadi penurunan kedisiplinan saat kembali ke pondok,” kata Ustadz Aris Eko.
Pada kesempatan tersebut, pengurus pondok juga membagikan rapor pondok kepada seluruh santri sebagai bentuk evaluasi akademik dan pembinaan karakter. Selain itu, diumumkan pula santri terbaik semester ini sebagai bentuk apresiasi atas prestasi, kedisiplinan, dan keteladanan.
Untuk kategori santri putra, peringkat pertama diraih oleh Moh. Mukhlis, disusul Faisal Shodikin dan Tsabit Qolbii Aladdien. Sementara kategori santri putri, peringkat pertama diraih oleh Wulandari, diikuti Ihda Alhusnayaini dan Anisa Wafa Hanifah.
Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Qowwam, H. Agus Triyanta, dalam pesan penutupnya mengingatkan para santri agar masa liburan dimanfaatkan secara positif dan penuh tanggung jawab. Ia menggunakan perumpamaan yang sarat makna untuk menggambarkan pentingnya menjaga konsistensi amal.
“Di waktu libur, jangan sampai menguraikan kembali tenunan benang yang sudah menjadi kain. Artinya, jangan merusak kebiasaan baik dan amalan yang telah dibangun selama di pondok,” tutur H. Agus Triyanta.
Ia menegaskan pentingnya menjaga ibadah, membantu orang tua, serta menerapkan nilai akhlak dan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pendidikan pesantren sejatinya tidak berhenti di dalam lingkungan pondok, tetapi harus terus hidup di tengah keluarga dan masyarakat.
Setelah seluruh rangkaian acara selesai, para santri pulang bersama orang tua masing-masing. Masa liburan santri Pondok Pesantren Baitul Qowwam dijadwalkan berlangsung mulai 20 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. Pengurus berharap para santri dapat kembali ke pondok dengan semangat baru dan kesiapan melanjutkan proses pembinaan pada semester berikutnya.
(Arief Hartanto Kertomandiri)