*Program PEPES NILA: Pendampingan Dan Pembinaan Statistik Sektoral Dorong Tata Kelola Data Kalurahan Margorejo Menjadi Lebih Baik*
Tempel, 10 Oktober 2025
Sebagai upaya memperkuat implementasi Satu Data Indonesia (SDI) di tingkat kalurahan, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sleman bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Program PEPES NILA — Pendampingan dan Pembinaan Statistik Sektoral untuk Peningkatan Tata Kelola Data Kalurahan.
Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara BPS Sleman dan Dinas Kominfo Sleman, yang bersinergi dengan Dinas Sosial, Kapanewon Tempel, dan tiga kalurahan di wilayah Tempel, salah satunya Kalurahan Margorejo.
Kegiatan pendampingan dilaksanakan mulai 29 September hingga 27 November 2025, dengan agenda pendampingan penyelenggaraan statistik sektoral tingkat Kalurahan berlangsung pada hari Jumat pagi (10/102025), bertempat di Ruang Pertemuan Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman.
Acara dihadiri oleh Lurah Margorejo Abdul Azis Muh. Ridwan,SH beserta pamong kalurahan, Kepala BPS Sleman Widhi Pranowo,SST, Kepala Seksi Data Statistik Dinas Kominfo Emmy Wulan A, S. Sos, MA, MSE , akademisi UPN “Veteran” Yogyakarta Dr. Dian Lufti, M.Ec — Kepala Jurusan Ilmu Ekonomi, serta mitra BPS Kalurahan Margorejo.
Dalam sambutannya, Lurah Margorejo Abdul Azis Muh. Ridwan,SH menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Margorejo sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program. “Kami sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari program PEPES NILA. Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan bimbingan langsung untuk memperbaiki sistem pengelolaan data sektoral di tingkat kalurahan. Data yang valid dan terstruktur sangat penting dalam menentukan arah pembangunan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Sleman Widhi Pranowo,SST menjelaskan bahwa PEPES NILA menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola statistik sektoral yang terpadu di lingkungan pemerintah kalurahan.“BPS Sleman berkomitmen mendampingi pemerintah kalurahan dalam memahami konsep, standar, serta metodologi statistik sektoral. Melalui data yang berkualitas, pembangunan akan lebih terukur dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ditambahkan oleh Widhi, Program PEPES NILA dilaksanakan secara bertahap, meliputi kegiatan pendampingan teknis, pembinaan penyusunan metadata dan indikator sektoral, serta evaluasi hasil penyelenggaraan statistik. Melalui kegiatan ini, diharapkan ketiga kalurahan binaan dapat menjadi percontohan dalam penerapan sistem data sektoral yang modern dan berkelanjutan. “Kami berharap Kalurahan Margorejo dapat menjadi model kalurahan berbasis data di Kabupaten Sleman, sehingga pembangunan dapat direncanakan lebih efektif dan partisipatif,” pungkas Kepala BPS Sleman.
Sementara itu, Kepala Seksi Data Statistik Dinas Kominfo Emmy Wulan A, S. Sos, MA, MSE , menambahkan bahwa keberhasilan tata kelola data tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi juga oleh komitmen sumber daya manusia di tingkat kalurahan.“Kominfo Sleman berperan mendukung aspek digitalisasi dan integrasi data antar sektor. Dengan sinergi lintas lembaga seperti ini, diharapkan setiap kalurahan memiliki basis data sektoral yang transparan, akurat, dan mudah diakses,” jelasnya.
Sedangkan Dr. Dian Lufti, M.Ec, dari UPN “Veteran” Yogyakarta, menekankan pentingnya peningkatan literasi data di tingkat pemerintahan paling bawah. “Literasi data menjadi kunci utama dalam pengambilan keputusan. Dengan memahami cara membaca, mengolah, dan memanfaatkan data, aparatur kalurahan dapat berperan lebih aktif dalam pembangunan berbasis bukti (_evidence-based policy_). Jadi, program ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antar lembaga pemerintah, akademisi, dan masyarakat mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan Kalurahan yang lebih transparan, profesional, dan berbasis data,” tutup Dian Lufti. (sbd kim tempel)