Relawan Desa Bergerak Cepat, Solidaritas Warga Jadi Garda Terdepan Bantu Korban Kebakaran

  • Sih Budi Daryanto
  • Feb 23, 2026
Sosial Masyarakat

Relawan Desa Bergerak Cepat, Solidaritas Warga Jadi Garda Terdepan Bantu Korban Kebakaran

Sleman, DIY — Respons cepat komunitas lokal kembali menunjukkan peran penting masyarakat dalam penanggulangan bencana. Tim relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) Merdikorejo menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga korban kebakaran rumah di wilayah Jambean, Banyurejo, Tempel pada Senin (23/2/2026), setelah menerima laporan kejadian sehari sebelumnya.

Kegiatan kemanusiaan tersebut dipusatkan dari Lumbung Sosial di Kalurahan Merdikorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, sebelum tim bergerak menuju lokasi terdampak di Jambean, wilayah Banyurejo.

Informasi kebakaran diterima relawan melalui pesan singkat dari Irwan Darmanta, Jogoboyo Banyurejo, yang melaporkan insiden kebakaran terjadi di rumah Sutriyanta yang terletak di Kajoran RT 04/ RW 08, Jambean, Banyurejo Tempel pada Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 14.15 WIB akibat dugaan korsleting listrik. Kebakaran menghanguskan perabot dan perlengkapan rumah tangga milik korban.

“Begitu menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dan menyiapkan paket bantuan agar bisa segera disalurkan,” ujar Sudarsana SS, relawan yang terlibat dalam distribusi.

Paket logistik yang diserahkan meliputi kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat seperti beras, gula, minyak goreng, biskuit, teh, kasur, matras, selimut, handuk, ceret, alat rumah tangga, serta perlengkapan alas kaki. Bantuan ini difokuskan untuk menopang kebutuhan keluarga korban pada masa awal pascabencana.

Relawan lain, Subardi, menegaskan bahwa kecepatan distribusi menjadi kunci. “Dalam situasi darurat, bantuan awal sangat menentukan kondisi psikologis dan fisik korban. Itu sebabnya kami memprioritaskan pengiriman di hari pertama,” katanya.

Kegiatan ini juga melibatkan unsur masyarakat setempat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Damkar Sleman, TRC BPBD Sleman, Polsek Tempel , Pamong Banyurejo, Jagawarga Banyurejo, Linmas Banyurejo dan warga Dusun Jambean termasuk relawan dari KSB Merdiko lainnya Dony Pradana dan Freddy Anggara. Kolaborasi lintas unsur tersebut menunjukkan bahwa ketangguhan menghadapi bencana tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga kesiapsiagaan komunitas.

Model respons berbasis desa seperti ini dinilai semakin relevan secara nasional, terutama di wilayah rawan bencana. Selain mempercepat penanganan awal, pendekatan komunitas mampu memperkuat solidaritas sosial dan memastikan bantuan tepat sasaran.

Program kampung siaga bencana Merdikorejo melalui lumbung sosial yang dijalankan menjadi bukti bahwa sistem kesiapsiagaan lokal dapat berfungsi sebagai lini pertama perlindungan masyarakat. Inisiatif semacam ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah sebagai bagian dari strategi pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat.

(SBD KIM SENYUM TEMPEL)