Relawan Lumbungrejo Diperkuat Kapasitas Mitigasi Bencana, BPBD Sleman Tekankan Peran Masyarakat

  • Sih Budi Daryanto
  • Dec 21, 2025
Sosial Masyarakat

Relawan Lumbungrejo Diperkuat Kapasitas Mitigasi Bencana, BPBD Sleman Tekankan Peran Masyarakat

SLEMAN — Upaya pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat terus diperkuat di Kabupaten Sleman. Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo Kapanewon Tempel Sleman menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Relawan, Minggu (21/12/2025), di Aula Lantai 2 Kalurahan Lumbungrejo, sebagai bagian dari langkah strategis membangun kesiapsiagaan warga menghadapi potensi bencana alam maupun nonalam.

Kegiatan ini dihadiri Lurah Lumbungrejo M Misbah Al Hakim, didampingi Carik Herman Subagya, Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Sutardi, dan jajaran keamanan Lumbungrejo yakni Babinsa dan Babinkamtibmas, serta para relawan kebencanaan tingkat kalurahan. Hadir sebagai narasumber utama, Ismardiyanto dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, yang memaparkan materi tentang mitigasi dan perencanaan penanggulangan bencana serta keterlibatan masyarakat dalam penanggulangan bencana (PB).

Dalam paparannya, Ismardiyanto menegaskan bahwa bencana merupakan urusan bersama yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Menurut dia, paradigma penanggulangan bencana tidak boleh hanya berfokus pada penanganan saat kejadian, melainkan harus dimulai jauh sebelum bencana terjadi.

“Bencana tidak hanya soal tanggap darurat. Yang paling penting justru bagaimana masyarakat memahami risiko, melakukan pencegahan, dan siap sebelum bencana terjadi. Di sinilah peran relawan menjadi sangat vital,” ujarnya.

Ismardiyanto menjelaskan bahwa Indonesia, termasuk Kabupaten Sleman, memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi akibat kondisi geografis dan geologis. Wilayah ini berada di jalur pertemuan lempeng tektonik serta memiliki potensi bencana seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung. Oleh karena itu, pendekatan mitigasi dinilai menjadi kunci utama untuk menekan dampak korban jiwa, kerusakan lingkungan, dan kerugian harta benda.

“Risiko bencana muncul dari kombinasi antara bahaya, kerentanan, dan kapasitas. Bahaya mungkin tidak bisa dihilangkan, tetapi kerentanan bisa dikurangi dan kapasitas masyarakat harus terus diperkuat,” kata Ismardiyanto.

Materi yang disampaikan mencakup tahapan penanggulangan bencana mulai dari pra-bencana, tanggap darurat, hingga pascabencana. Pada fase pra-bencana, para relawan didorong untuk memahami pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan, sistem peringatan dini, serta mitigasi melalui penataan ruang, penguatan bangunan, dan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi yang tidak dapat diprediksi waktu dan lokasinya. “Gempa tidak bisa dicegah dan tidak bisa diramalkan. Yang bisa kita lakukan adalah meminimalkan risikonya melalui perilaku yang benar sebelum, saat, dan sesudah gempa,” ujarnya, seraya menjelaskan langkah-langkah penyelamatan diri, evakuasi mandiri, serta perlindungan terhadap kelompok rentan.

Lurah Lumbungrejo M Misbah Al Hakim menyambut baik kegiatan peningkatan kapasitas relawan tersebut. Menurutnya, relawan kebencanaan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak kesiapsiagaan di tingkat kalurahan. “Relawan adalah garda terdepan ketika terjadi bencana. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh hari ini diharapkan dapat ditularkan kepada masyarakat luas,” katanya.

Sementara itu, Ketua BPKal Sutardi menilai penguatan kapasitas relawan sejalan dengan arah pembangunan kalurahan yang berkelanjutan dan berorientasi pada keselamatan warga. “Pembangunan tidak hanya fisik, tetapi juga kesiapan sosial menghadapi risiko bencana. Ini merupakan investasi jangka panjang bagi ketahanan kalurahan,” ujarnya

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo berharap dapat mewujudkan masyarakat yang lebih sadar risiko, sigap, dan mandiri dalam menghadapi potensi bencana, sejalan dengan semangat membangun kalurahan tangguh bencana di Kabupaten Sleman.

(SBD | KIM Senyum Tempel)