Rempeyek Soka Nata: Camilan Rumahan yang Mengantar Widarti Bertemu Wapres Gibran

  • Sih Budi Daryanto
  • Nov 18, 2025
Kuliner

Rempeyek Soka Nata: Camilan Rumahan yang Mengantar Widarti Bertemu Wapres Gibran

Di Dusun Soka Tegal, Kalurahan Merdikorejo, Tempel, aroma rempeyek hangat menjadi rutinitas harian di rumah Widarti. Sejak 2015, setelah berhenti dari usaha penggergajian batu, ia mengembangkan Rempeyek Nata, camilan tradisional yang kini dikenal hingga berbagai toko oleh-oleh dan pasar di wilayah kecamatan.

Ditemui Senin (17/11/25 ) Widarti menunjukan dapur dan penggorengannya yang biasa seperti halnya dapur di rumah-rumah Jawa. “Proses pembuatannya tetap manual, tanpa mesin, mempertahankan cita rasa khas rempeyek rumahan”, jelasnya sambil menunjukan penggorengannya yang kecil dan sederhana. “Bahan utamanya adalah tepung beras dari pabrik Karanganyar Solo dan tepung tapioka dari Pasar Tempel”, sambungnya. Beberapa pilihan top up: kacang, rebon, kedelai, teri, bayam, kacang hijau, serta daun kelor yang ia beli dari Pasar Tempel. Proporsi adonan beras dan tapioka menghasilkan rempeyek yang renyah dan tidak mudah hancur.

Setiap hari, Widarti memproduksi 5 hingga 10 kilogram, dan saat pesanan membludak ia dibantu tiga karyawan. Rempeyek Nata dijual melalui pasar, toko oleh-oleh, dan pemasaran daring. Dari semua kemasan, keranjang 1 kilogram menjadi yang paling laris karena lebih ekonomis, sementara kemasan packing lebih sulit terjual.

Dalam tradisi Jawa, rempeyek selalu hadir dalam acara kenduri. Tak jarang, ketika stok habis dan pesanan mendesak, Widarti harus menarik kembali barang titipan di pedagang untuk memenuhi permintaan warga.

Capaian menarik diraih Widarti saat produk rumahan ini mempertemukannya dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka dan Sandiaga Uno lewat gelaran UMKM. Dari dapur sederhana di Soka Tegal, Rempeyek Soka Nata membuktikan bahwa usaha kecil pun dapat menembus panggung besar.

(Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)