Sambut Ramadhan 1447 H, Muhammadiyah Banyurejo Dorong Penguatan Iman, Pendidikan, dan Kemandirian Umat

  • Sih Budi Daryanto
  • Jan 12, 2026
Sosial Masyarakat

Sambut Ramadhan 1447 H, Muhammadiyah Banyurejo Dorong Penguatan Iman, Pendidikan, dan Kemandirian Umat

Sleman — Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, berbagai komunitas Muslim di Indonesia mengintensifkan kegiatan pembinaan keagamaan sebagai bagian dari persiapan spiritual umat. Di Banyurejo Tempel Sleman Yogyakarta, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Banyurejo menggelar Pengajian Akbar yang menekankan pentingnya perbaikan diri sekaligus penguatan peran sosial umat.

Kegiatan yang berlangsung pada 10 Januari 2026 di Masjid An Nur Karang Kulon, Sleman, ini diikuti jamaah lintas usia dengan antusias. Mengusung tema “Ramadhan sebagai Momentum Peningkatan Kualitas Iman, Taqwa, dan Pendidikan Umat”, pengajian tersebut menempatkan Ramadhan bukan hanya sebagai agenda ritual tahunan, tetapi sebagai ruang transformasi karakter dan kepedulian sosial.

Ketua PRM Banyurejo, R. Dwi Atmiyanta, S.Pd., menegaskan bahwa Ramadhan harus dimaknai sebagai proses pembaruan diri yang berdampak nyata bagi kehidupan pribadi dan masyarakat. “Ramadhan adalah kesempatan memperbaiki diri, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus membentuk pribadi yang lebih bermanfaat bagi sesama,” ujarnya. Menurutnya, tantangan sosial yang kian kompleks menuntut umat Islam tidak berhenti pada ibadah personal, melainkan memperkuat etika sosial dan tanggung jawab kolektif.

Lurah Banyurejo, Saparjo, ST, MM, mengapresiasi kegiatan tersebut sekaligus menekankan pentingnya integrasi antara pembinaan spiritual dan penguatan ekonomi warga. “Jika ada UMKM di sekitar kita, seyogianya yang pertama kita dukung adalah tetangga sendiri. Dari situ ekonomi komunitas tumbuh dan kemandirian umat bisa terbangun,” katanya. Pandangan ini sejalan dengan upaya banyak daerah yang mengaitkan dakwah dengan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

Dari sisi organisasi, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tempel, Samsul Alam, S.Ag., M.Si., mengajak jamaah memperluas makna ibadah sosial dengan mendukung gerakan ekonomi umat, termasuk melalui promosi produk kader dan warga binaan. “Keberpihakan pada produk sendiri bukan semata soal transaksi, tetapi membangun ekosistem ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan,” tuturnya.

Puncak acara diisi tausiyah Ustadz H. Saijan, S.Ag., M.Pd., yang menegaskan Ramadhan sebagai “madrasah kehidupan” untuk melatih konsistensi (istiqomah) dalam beribadah dan berakhlak. “Istiqomah di bulan Ramadhan bukan tujuan akhir. Harapannya, kebiasaan baik itu terus hidup setelah Ramadhan usai,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya integrasi iman, takwa, dan pendidikan umat agar masyarakat Muslim mampu menjawab tantangan moral dan sosial di era modern.

Kegiatan ini mencerminkan arah gerakan keislaman yang semakin kontekstual: memadukan penguatan spiritual, pendidikan karakter, serta kemandirian ekonomi. Praktik yang tumbuh di tingkat komunitas tersebut menjadi potret lebih luas tentang bagaimana umat Islam di berbagai daerah memaknai Ramadhan sebagai momentum transformasi bagi individu dan kehidupan sosial bangsa.

(Ratna Zuliastuti / KIM Senyum Tempel)