Sarasehan FKDM Tempel Bahas Optimalisasi Peran Masyarakat dalam Deteksi dan Cegah Dini Ancaman Kamtibmas

  • Sih Budi Daryanto
  • Oct 22, 2025
Pemerintahan

Sarasehan FKDM Tempel Bahas Optimalisasi Peran Masyarakat dalam Deteksi dan Cegah Dini Ancaman Kamtibmas

Tempel - Dalam rangka memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga stabilitas wilayah, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kapanewon Tempel menggelar sarasehan bertema “Optimalisasi Peran Masyarakat dan FKDM dalam Meningkatkan Cegah Dini terhadap Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan di Kabupaten Sleman”.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman dan berlangsung di Rumah Makan Joglo Jamal 17, Jalan Magelang Km 17, Kemiri, Margorejo, Tempel, Rabu pagi (22/10/2025).

Acara dihadiri oleh Panewu Tempel, Dakiri, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala Jawatan Keamanan, Heni Ristiawan, S.H., M.I.P., beserta jajarannya. Hadir pula Babinsa dan Bhabinkamtibmas se-Kapanewon Tempel, Jogoboyo se-Kapanewon Tempel, serta seluruh anggota dan pengurus FKDM dan FPK.

Dari unsur Kesbangpol Sleman, hadir sebagai narasumber Bagas Jalu Anggara, S.IP., yang mewakili Kepala Badan Kesbangpol Sleman. Dalam paparannya, Bagas menekankan pentingnya kolaborasi masyarakat dengan pemerintah daerah dalam memperkuat sistem deteksi dini dan pencegahan potensi gangguan keamanan. “FKDM memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas wilayah. Melalui komunikasi aktif dan pelaporan cepat, kita dapat mengantisipasi setiap potensi ancaman dan menghindari konflik sosial sejak dini,” ujar Bagas.

Narasumber kedua, M. Riyanto, S.T., dari Korwil Sleman BINDA DIY, membawakan materi bertema “Deteksi Dini dalam Rangka Antisipasi Kondisi Kamtibmas di Wilayah Kabupaten Sleman”. Dalam pemaparannya, ia menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman di berbagai sektor ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan (Ipoleksosbudhankam).

Riyanto memaparkan beberapa isu aktual yang perlu dicermati bersama, antara lain:

Ideologi: potensi bangkitnya paham ekstrem kanan dan kiri.

Politik: isu polemik ijazah presiden dan wacana pemakzulan wakil presiden.

Ekonomi: kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok masyarakat (bapokmas), serta pelaksanaan program MBG.

Sosial Budaya: dinamika aksi unjuk rasa, perkembangan aktivitas Gunung Merapi, dan potensi konflik sosial.

Pertahanan dan Keamanan: aktivitas eks napiter, kelompok separatis, dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan masyarakat berskala besar.

Dalam sesi diskusi, Riyanto juga memberikan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya pentingnya peningkatan literasi keamanan sosial di tingkat masyarakat, penguatan koordinasi lintas sektor, dan pelaporan dini berbasis komunitas. “Kewaspadaan dini tidak cukup hanya dengan memantau, tapi juga memahami konteks sosial di balik setiap isu. Masyarakat harus menjadi agen informasi yang akurat dan berimbang,” tegas Riyanto.

Sementara itu, Panewu Tempel Dakiri, S.Sos., M.Si., dalam penutupan acara menyampaikan gambaran umum mengenai kondisi Kamtibmas dan kerawanan sosial di wilayah Kapanewon Tempel. “Secara umum Tempel dalam kondisi aman dan kondusif. Namun, kita tetap perlu waspada terhadap potensi kerawanan sosial yang bisa muncul akibat dinamika ekonomi, politik, maupun media sosial. Oleh karena itu, koordinasi antara FKDM, FPK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat harus terus diperkuat,” jelas Dakiri.

Kegiatan sarasehan ini berlangsung interaktif dengan semangat kebersamaan dan komitmen memperkuat sinergi lintas unsur. Seluruh peserta sepakat bahwa deteksi dini dan cegah dini bukan sekadar tanggung jawab aparat, tetapi tanggung jawab bersama untuk menjaga ketentraman dan keamanan di wilayah Kapanewon Tempel serta Kabupaten Sleman pada umumnya. “Kewaspadaan dini adalah wujud kepedulian kita terhadap keamanan bersama. Masyarakat yang peduli adalah benteng pertama bagi kestabilan bangsa,” demikian pesan penutup yang disampaikan dalam forum tersebut.

(sbd kim tempel)