Sleman – Penguatan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan pemerintah kalurahan dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus menghadapi berbagai tantangan sosial yang terus berkembang.
Mulai dari ancaman kejahatan siber, keamanan lingkungan, kesiapsiagaan bencana, hingga penguatan pembangunan berbasis data menjadi isu yang mengemuka dalam Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon Tempel yang digelar di Pendopo Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Selasa (23/6/2026).
Forum tersebut menjadi wadah penyamaan persepsi antarinstansi sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendorong percepatan pembangunan di tingkat wilayah.
Mewakili Polsek Tempel, AKP Purnomo menyampaikan bahwa situasi keamanan secara umum masih kondusif, namun masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk tindak kriminal yang terus berkembang.
"Beberapa waktu terakhir kami menangani kasus pencurian di sebuah toko perhiasan serta penipuan melalui media online. Modus kejahatan semakin beragam sehingga masyarakat harus lebih berhati-hati dalam setiap aktivitas, terutama di ruang digital," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa jajaran kepolisian terus mengintensifkan patroli rutin mulai malam hingga menjelang subuh dengan fokus pada titik-titik yang dinilai rawan terjadi gangguan keamanan.
Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
"Kejahatan biasanya muncul karena adanya niat dan kesempatan. Karena itu mari bersama-sama mengurangi peluang terjadinya tindak kriminal dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar," tegas AKP Purnomo.
Ia juga memastikan bahwa program PIWELING (Ngopi Sareng Warga lan Siskamling) masih terus berjalan sebagai media komunikasi langsung antara kepolisian dan masyarakat dalam memperkuat sistem keamanan lingkungan.
Sementara itu, mewakili Koramil 04/Tempel Kodim 0732/Sleman, Batituud Peltu Sumaryono menyampaikan sejumlah perkembangan kegiatan teritorial yang sedang dan akan dilaksanakan TNI di wilayah.
Ia melaporkan pelaksanaan TMMD Sengkuyung di wilayah Berbah, kegiatan karya bakti di Padukuhan Pokoh, Kalurahan Banyurejo, hingga berbagai program pembinaan yang menyentuh masyarakat secara langsung.
"Kami juga terus mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan musim kemarau yang berpotensi memunculkan berbagai bencana. Upaya mitigasi harus dilakukan sejak dini agar dampaknya dapat diminimalkan," katanya.
Selain itu, Peltu Sumaryono menyampaikan perkembangan informasi organisasi TNI terkait rencana pembentukan Kodam XII/Mataram yang berkedudukan di Godean, sekaligus melaporkan berbagai kegiatan pembinaan mental dan karakter bagi pelajar di wilayah Tempel.
Ia juga menyoroti perkembangan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Tempel serta menyampaikan laporan mengenai sejumlah kondisi jembatan yang memerlukan perhatian karena dinilai memiliki tingkat kerawanan dan perlu segera ditindaklanjuti demi keselamatan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Lurah Margorejo Abdul Aziz Muh Ridwan mengajak seluruh pemerintah kalurahan untuk mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai upaya menghadirkan data pembangunan yang semakin akurat.
"Keberhasilan sensus sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Data yang lengkap dan valid akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Kalurahan Margorejo mendapat kesempatan berbagi pengalaman melalui siaran Jogja TV sebagai narasumber mengenai program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik), sebuah program yang mendorong peningkatan literasi statistik dan pemanfaatan data desa dalam proses perencanaan pembangunan.
Forum koordinasi tersebut menunjukkan bahwa tantangan pembangunan daerah saat ini tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keamanan, ketahanan sosial, kesiapsiagaan menghadapi bencana, hingga pentingnya pengelolaan data yang berkualitas.
Melalui komunikasi dan kolaborasi yang terus diperkuat, pemerintah bersama TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu menciptakan wilayah yang aman, tangguh, serta adaptif terhadap berbagai perubahan.(SBD KIMSENYUM TEMPEL)